Kajati : Bukti Permulaan Lebih Dari Cukup, Kasus Burhanudin Baharudin Tunggu Waktu

Bupati Kabupaten Takalar, Burhanuddin Baharuddin usai menjalani pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Tinggi Sul-Sel. Burhanddin diperiksa dalam kasus dugaan Penjualan Aset Daerah milik Pemerintah Kabupaten Takalar.

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kasus dugaan korupsi  penjualan tanah negara di Laikang  Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar,  hingga kini masih terus dalam penyelidikan  di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar)

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Hidayatullah mengatakan kasus ini tetap berjalan dan sementara berproses.

Terkait status Bupati Takalar  Non Aktif Burhanudin Baharudin dalam kasus ini, Hidayatullah mengatakan Kejati hanya tinggal tunggu waktu.

“Saya katakan sekali lagi, proses kasus Takalar tidak terhenti. Soal bagaimana dengan Bupati, saya bilang itu soal waktu,”ungkapnya.

Ia menambahkan Kejati mengikuti instruksi Jaksa Agung untuk tidak terlibat politik.

“Kejaksaan tidak mau dianggap berpolitik atau dijadikan alat oleh partai tertentu. Untuk menghindari hal  itu, jadi kami biarkan saja proses demokrasi berjalan. Setelah itu baru akan ada tindakan,” pungkasnya.

“Sekali lagi saya menjelaskan Ini cuma persoalan waktu. Kalau anggota dewan bisa menangkap waktu dengar pendapat kemarin, Saya katakan sudah ada upaya paksa, kalau bukti permulaan lebih dari cukup,” ujarnya.

Seperti diketahui Bupati Takalar non aktif, Burhanudin Baharudin sempat dimintai keterangan, terkait kasus penjulan lahan negara di Kecamatan Mangarabombang kabupaten Takalar. Penyidik juga  menemukan adanya beberapa nama keluarga Burhanudin dalam kepemilikan lahan yang merupakan pencangan untuk transmigrasi.

Dalam kasus penjualan lahan lahan Laikang  ini Kejaksaan telah menetapkan Camat Mangarabombang Muhammad Noer Utary; Kepala Desa Laikang, Sila Laidi; dan sekretaris desa Andi Sose sebagai tersangka. (*)