LBH Makassar Nilai Polisi dan Pemkot Makassar Gagal Menekan Kasus HAM

Pengurus LBH Makassar saat menggelar diskusi catatan akhir tahun 2016 penegakkan hukum dan HAM di Sekretariat LBH Makassar, Selasa (27/12/2016)

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Haswandi Andi Mas, menilai aparat kepolisian dan pemerintah kota Makassar gagal menegakan kasus HAM. Ini dilihat dari tidak satupun kasus kekerasan yang melibatkan aparat  kepolisian terselesaikan.

“Kami menganggap reformasi birokrasi kepolisian  ‘berjalan ditempat’. Kami mencatat berdasarkan pengaduan yang diterima ada 15 kasus kekerasan aparat kepolisian,” ujarnya.

Sementara itu, menurut kepala divisi informasi dan dokumentasi LBH Makassar, David, mengatakan rata-rata laporan kekerasan yang melibatkan aparat kepolisian adalah keluarga korban.

“Kebanyakan keluarga korban yang melapor. Rata-rata adalah karena keluarga mereka dijemput paksa oleh aparat,” ujar David.

David menambahkan, terdapat pola dan penahanan dan  penangkapan sewenang-wenang.

“Kebanyakan dari mereka ditangkap dengan tidak manusiawi, misalnya dagang ke Rumah pada malam hari, memaksa masuk, memanjat pagar. Bahkan ada beberapa kasus yang kami dapat, polisi melakukan pengkapan tanpa menunjukan surat perintah. Kami melihat aparat juga tidak transparan terhadap keluarga korban, seringkali keluarga tidak mengetahui kemana mereka akan dibawa,” ungkap David menambahkan.

Tak hanya itu, David menilai aparat juga telah sewenang-wenang selama proses pemeriksaan.

“Ada laporan masuk ke kami, saat proses interogasi korban disiksa secara tidak manusiawi. Contohnya kepala ditutup dengan kain kemudian disiram air kebagian wajah, sehingga korban merasa sesak. Tak hanya itu, dari hasil investigasi kami, pola-pola penyiksaan yang masih sering dipakai adalah disetrum, diancam dengan senjata api, dicambuk,” kata David.

“Temuan kami, kepolisian juga masih kerap melakukan aksi penembakan sewenang-wenang. LBH mencatat ada 21 tindakan penembakan, 7 diantaranya ditembak di bagian kaki, 11 penembakan dan penyiksaan, 1 penembakan secara brutal, 2 diancam menggunakan senpi,” imbuhnya.

Di samping itu, perangai aparat kepolisian sebagai mafia peradilan masih saja terjadi.

“Setidaknya terdapat tiga kasus yang ditangani oleh LBH Makassar yang menunjukan indikasi aparat kepolissian melakukan pemerasan terhadap terduga pelaku tindak pidana,” pungkasnya.