ACC : Kasus Dugaan Korupsi Laikang, Seharusnya Kejati Abaikan Semua Unsur Politik

Abdul Muthalib, Direktur ACC Sulawesi

 

SUARACELEBES.COM – Anti Coruotion Comunity (ACC) menilai Kejati Sulselbar kurang maksimal dalam menuntaskan kasus korupsi. Hal ini dilihat dari kinerja Kejati yang belum mampu mentersangkakan aktor intelektual dibalik kasus-kasus korupsi. Hal ini diungkapkan oleh direktur ACC Abdul Muthalib.

Ia mencontohkan kasus penjualan lahan negara di Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar. Tersangka di kasus lahan Laikang baru sampai ke Sekretaris Desa Laikang, Risno Siswanto bin H Patarai alias Risno dan Camat Magarabombang, M Noor Uthary. Padahal  menurut Muthalib perbuatan itu telah terang benderang dilakukan Bupati Takalar non aktif, Burhanuddin Baharuddin.

Muthalib mengatakan seharusnya Kejati mengabaikan semua unsur politik dalam setiap penegakan hukum. Tetap  melanjutkan penegakan hukum kasus Laikang, meski di daerah tersebut tengah berlangsung momen Pilkada.

“Justru dengan menarik ulur kasus Laikang ini kesan Kejati berpolitik makin kental. Kenapa tidak melanjutkan saja penuntasannya hingga menjerat pucuk atau pelaku utama,”ujarnya.

Sementara itu Direktur Riset dan Data ACC Sulawesi, Wiwin Suwandi menantang Kepala Kejati Sulsel, Hidayatullah untuk membuktikan kinerja dengan membuat gebrakan di akhir tahun 2016. Gebrakan tersebut adalah dengan menetapkan tersangka pelaku utama korupsi lahan Laikang dan lahan Bandara.

“Kalau Kejati menganggap Bur (Burhanuddin Baharuddin) sebagai pelaku, kita tantang Kejati berani menetapkannya sebagai tersangka. Begitu juga kasus lahan bandara, kita tantang Kejati berani menangkap pejabat kelas kakap yang terlibat,” tantang Wiwin.

“Kejati ini hanya putar-putar hanya di orang kecil saja. Kalau ada orang besar yang kemungkinan terjerat langsung dibonsai, kami duga Kejati ini memang tidak bertaring jerat pejabat besar, spesialis Camat saja,” kesal Wiwin.(*)