Gelar Evaluasi, Dewas RSU La Temmamala Sampaikan Beberapa Catatan

Penerimaan Mahasiswa Baru

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR- Dewan Pengawas (Dewas) Rumah Sakit Umum Daerah La Temmamala, Kabupaten Soppeng mengelar monitoring dan evaluasi akhir semester I tahun 2017.

Evaluasi yang digelar selama sepekan itu berlangsung 17 hingga 21 Juli 2017 dengan menggelar inspeksi langsung, wawancara dengan penggunan layanan dan pertemuan terbatas dengan manajemen dan berbagai komite di rumah sakit itu. Evaluasi ini sebagai kegiatan tambahan atas monitoring yang dilakukan terus menerus selama Januari sampai dengan Juli 2017.

Ketua Dewan Pengawas RSU La Temmamala, Nurmal Idrus, menyatakan kegiatan itu dilakukan sebagai pengejawantahan atas perintah dalam Permenkes No 10 Tahun 2014 tentang Dewas Rumah Sakit. Selama evaluasi dewan pengawas mengamati dan mengevaluasi empat sektor yaitu aspek keuangan, layanan, sdm dan proses bisnis dalam rumah sakit.

“Secara keseluruhan kami mencatat ada peningkatan kinerja dari semua aspek jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kami berterima kasih kepada usaha keras Direktur Utama dan jajaran manajemen atas usaha keras itu,” kata Nurmal.

Peningkatan terlihat dari makin kurangnya komplain atas layanan dan kecepatan penanganan atas keluhan yang makin baik. “Lingkungan rumah sakit juga makin bersih dan teratur. Respon para pegawai juga makin bagus atas setiap keluhan,” tambahnya. Yang paling menggembirakan kata Nurmal, pendapatan rumah sakit juga terus membaik.

“Target pendapatan mereka tahun ini adalah Rp 32 Miliar. Tapi hingga semester I ini, manajemen sudah sanggup membukukan pendapatan hingga di atas Rp 25 miliar. Itu berkontribusi terhadap peningkatan dan perbaikan layanan di rumah sakit,” ujarnya.

Namun, beberapa catatan juga disampaikan Dewan Pengawas yang beranggotakan, DR Andi Haerani, SKM dan Drs Andi Tenri Sessu Mappejanci, M.Si, itu. Salah satunya adalah Dewas menganggap manajemen belum sanggup memecahkan problem antrian di poliklinik.

“Kami meminta manajemen untuk segera mengatasi masalah di poliklinik itu. Penambahan ruang tunggu harus segera di lakukan. Kalau memang penambahan ruang masih terkendala pelaksanaan proyek, kami minta manajemen pasang tenda yang nyaman di parkir depan poliklinik. Kami melihat banyak pasien yang terpaksa harus duduk di parkir dan kepanasan karena tak dapat tempat di ruang tunggu,” katanya.

Parkir juga disorot oleh dewas. Masalah ini menjadi catatan yang disorot karena menurut dewas penambahan beberapa sarana dalam rumah sakit tak dibarengi perencanaan atas perparkiran. “Parkir sudah tak representatif lagi karena daya tampung parkir terutama bagian depan yang sudah melebihi kapasitas. Ini harus dicarikan jalan keluarnya,” ujarnya.

Pada aspek layanan medis, Dewas memberi catatan atas tak seimbangnya jumlah pasien yang harus dilayani dengan ketersediaan dokter terutama dokter ahli. “Kalau perawat dan bidang serta tenaga medis lain kita bisa penuhi dengan cepat. Tapi problem rumah sakit ini ada pada dokter ahlinya. Kami meminta pemda turut memikirkan ini. Program beasiswa kedokteran harus diupayakan. Selain itu peningkatan fasilitas dan insentif untuk dokter serta tidak gampang memberi rekomendasi pindah tugas keluar Soppeng,” jelasnya.

Pekan depan, Dewas RSU La Temmamala berencana untuk menggelar penyampaian publik terhadap hasil evaluasi itu di Watansoppeng.(*)