Kapolda Sulsel Hadiri Perayaan Maulid di Cikoang Takalar, Ini Pesannya

HUTNasDem

SUARACELEBES.COM, TAKALAR – Warga Desa Cikoang, Kec. Mangarabombang, Kab. Takalar, Sulawesi Selatan memiliki tradisi  turun temurun untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad.  Perayaan itu dikenal dengan nama Maudu Lompoa itu dirayakan lebih ramai dari hari raya Idul Fitri.

IMG-20171218-WA0033

Banner NH-AZIZ

Maudu Lompoa berarti Maulid Besar atau lebih dikenal sebagai puncak peringatan maulid. Dalam perayaan ini, warga Cikoang dan sekitarnya mengarak replika perahu Pinisi yang dihias beraneka ragam kain sarung dan dipamerkan di tepi sungai Cikoang.

Tampak Hadir dalam acara ini Kapolda sulsel, Kapolres Takalar, Dandim 1426, Sekda Takalar, Forkorpimda, Ketua Forum kerajaan dan kelembagaan adat se Sulawesi Andi Makmur Sadda dan Raja-Raja se nusantara.

Sekda Takalar Ir. Nirwan Nasrullah yang mewakili Bupati Takalar dalam sambutannya menyampaikan acara maulid ini sebagai Penghormatan sekaligus mengingat kembali kepada Rasulullah Nabi Muhammad SAW

“Perpaduan unsur budaya dalam perayaan maulid Nabi Muhammad SAW Sebagai Kecintaan dan ketakwaan kita, pemerintah daerah juga berharap Partisipasi masyarakat dan para lembaga adat khusus lembaga adat Cikoang agar tetap membantu pemerintah dalam memperbaiki sosial budaya di masyarakat dan mendekatkan kepada ajaran-ajaran agama”,jelas Sekda Takalar dalam sambutannya

Sedangkan Kapolda sulsel Irjen Pol Drs. Umar Saptono, SH.,MH., dalam sambutannya Maulid bukan hanya perayaan semata tapi bagaimana kita menginginkan dan mengimplementasi ajaran serta amanah rasulullah Muhammad SAW

“Dalam menjalankan amanah tentu dengan mengemplementasikan ajaran rasulullah SAW setiap mengambil keputusan,” ucapnya

Sedangkan ketua kerajaan dan kelembagaan adat se Sulawesi Andi Makmur Sadda yang dimintai keterangannya diselah acara menyampaikan acara maulid ini sebagai puncak perayaan maulid di Takalar

“Jadi maudu Lompoa di Cikoang ini dirayaka sejak 422 tahun yang lalu, maudu Lompoa ini sebagai puncak/penutup maulid Nabi Muhammad SAW dari semua daerah di Takalar,”ujar Andi Makmur Sadda

Sekedar diketahui Setelah dipamerkan, replika perahu sepanjang 5 meter ini diangkat dan diarak warga keliling desa. Sepanjang acara, tabuhan gendang atau seni musik Gandra Bulo terus terdengar

Di dalam perahu, disimpan makanan nasi ketan khas Makassar atau biasa disebut Songkolo dan dihias telur berwarna-warni. Sajian makanan ini melambangkan bahtera yang membawa berkah bagi masyarakat Cikoang. Setelah prosesi arak selesai, makanan ini dipersembahkan dalam puncak Maudu Lompoa di baruga, yang dipimpin oleh pemimpin ritual yang biasa disebut Sayye.(*)