Aparat Negara Harus Memiliki Kepekaan Sosial

HUTNasDem

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR –
Setiap aparatur sipil negara (ASN) dalam lingkungan Kementerian Agama harus memiliki kepekaan sosial dan senantiasa memberikan respon terhadap aspirasi yang berkembang dalam masyarakat.
Aparat juga harus memberikan pelayanan yang maksimal dan harus bermanfaat kepada masyarakat, mengingat bahwa anggaran yang dipakai untuk biaya aparat adalah berasal dari masyarakat.

Demikian antara lain disampaikan pesan-pesan moral Menteri Agama Republik Indonesia H. Lukman Hakim Syaifuddin ketika memberikan sambutan yang dibacakan langsung Rektor UIN Alauddin Prof. Dr. Musafir Pababbari dalam rangka Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI ke-72, di kampus UIN Alauddin Samata Gowa, Rabu (03/01/2018).

Banner NH-AZIZ

IMG-20180103-WA0115

Dalam upacara ini turut diberikan penghargaan dari Presiden RI, Joko Widodo, Satyalancana Karya Satya 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun kepada sekitar 30 orang aparatur sipil negara (ASN) dalam lingkup UIN Alauddin Makassar. Diantaranya adalah Prof. Dr. H. Muh. Ramli (Fakultas Ushuluddin dan Filsafat), Prof. Dr. H. M. Galib, M.A. (Kepala Penjaminan Mutu), Prof. Dr. H. Ambo Asse (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam), Dr. Fatmawati Mallapiang, Dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., Firdayanti Djafar, M.Keb, (Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan) Asniati, S.E., M.M, (Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat dan Haidir Fitra Siagian, S.Sos., M.Si., Ph.D. (Fakultas Dakwah dan Komunikasi).

Penghargaan ini diberikan kepada ASN yang terdiri dari dosen dan pegawai administrasi, sebagai bentuk penghormatan negara atas pengabdiannya kepada masyarakat selama menjadi aparat negara.

Penghargaan ini juga menunjukkan bahwa aparat tersebut dipandang setia kepada negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pada masa yang akan datang. Kegiatan ini berlangsung di halaman upacara kampus UIN Alauddin Samata Gowa. Hadir dalam upacara ini seluruh dosen, staf dan pimpinan serta para guru besar.(*)

Penulis : Haidir Fitra Siagian,
Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin