Dukungan KTP Kurang, Jubir NH-Aziz : Pendaftaran IYL-Cakka Kurang Mantap

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) tetap mendaftar ke Kantor KPUD Sulsel di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Rabu, 10 Januari. Kandidat ini tetap mendaftar meski dukungan KTP yang dihimpunnya masih kurang. Meski memang diperbolehkan, pendaftaran IYL-Cakka dinilai kurang mantap dan tidak begitu meyakinkan.

Juru bicara Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar, Muhammad Natsir, mengatakan kurangnya dukungan KTP IYL-Cakka yang maju melalui jalur perseorangan membuat pasangan tersebut bisa dibilang belum penuhi persyaratan. Terlepas dari adanya ruang mencukupkan kekurangan dukungan KTP yang diberikan KPU kepada paslon tersebut.

“Saya tetap memberikan selamat kepada IYL-Cakka yang telah mendaftar ke KPU. Tapi, rasanya hambar dan kurang mantap karena dukungan KTP paslon ini ternyata masih kurang. Ya semoga bisa dicukupkan agar masuk arena Pilgub Sulsel 2018 dan berkompetisi secara sehat,” kata Natsir, saat dihubungi Jumat, 12 Januari.

Berdasarkan hasil rapat pleno terkait rekapitulasi dukungan IYL-Cakka setelah melalui tahap verifikasi faktual, KPUD Sulsel menyatakan dukungannya masih kurang 3.390 KTP. Jumlah dukungan KTP Punggawa Macakka yang dianggap sah hanya 476.734 dari syarat minimal dukungan yakni 480.124 KTP. Kekurangan dukungan memaksa kandidat tersebut harus bekerja keras.

Lebih jauh, Natsir mengajak IYL-Cakka dan timnya untuk berkompetisi secara sehat. Disampaikan dia, segala bentuk kecurangan harus dihindari untuk memastikan pilkada aman, damai dan bermartabat. Terlebih, pada tahapan verifikasi faktual diketahui banyak masyarakat yang mengadu terkait pemalsuan tandatangan dan dokumen kependudukan.

Natsir menegaskan seluruh kandidat harus memberikan teladan untuk menciptakan pilkada bersih. NH-Aziz sendiri digaransinya merupakan kandidat yang cinta damai. Diyakininya pula paslon lain, termasuk IYL-Cakka menginginkan pilkada aman dan damai. “Kalau NH-Aziz bisa saya pastikan jauh dari kecurangan. Bahkan, meski kerap diserang kampanye hitam, NH-Aziz enggan menggubrisnya,” tutup dia. (*)