Tak Sesuai Amdal : Masyarakat Matua Enrekang Tolak Pabrik Aspal

SUARACELEBES.COM, ENREKANG – Pabrik aspal atau Asphalt Mixing Plant (AMP) kembali beroperasi di Dusun Matua, Kecamatan Alla. Polusi asapnya kembali meresahkan masyarakat sekitar.

Masyarakat Matua bersama lembaga pemerhati lingkungan hidup berkali kali menyampaikan Aspirasi pada Pemerintah dan DPRD Enrekang. Namun sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Enrekang dan Dewan Perwakilan Rakyat.

“Teripisah” saat dikonfirmasi Ellena sebagai warga Matua dan Aktivis Lingkungan hidup sangat menyayangkan pemberian izin kepada PT. Nindya Sejahtera oleh pemerintah yang jelas-jelas melanggar izin Lingkungan hidup.

Bagaimana tidak mengganggu kehidupan warga Matua. Pembangunan Pabrik Asphalt itu dibangun hanya berjarak kurang lebih 40 meter dari pemukiman. Ini jelas jelas tidak sesuai dengan aturan terkait mengenai dampak lingkungan hidup.

Sejak beroperasinya Pabrik Asphalt ini kehidupan warga Matua menjadi terganggu. Tanaman pertanian yang dulunya bagus sekarang sudah rusak akibat debu yang menutupi tanaman. Anak-anak kadang harus di ungsikan akibat terpapar debu dari polusi pabrik.

Dijelaskan dalam Pasal 36 ayat (1) Undang Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) menyebutkan bahwa “Setiap usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki amdal atau UKL-UPL wajib memiliki izin lingkungan”.

Menurut Ellena, jika mengacu pada peraturan di atas maka tak ada lagi alasan pemerintah untuk tidak mencabut dan menghentikan izin operational PT. Nindya Sejahtera. (*)