Forsosmas: PKL, Benci Tapi Rindu

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR -Keberadaan pedagang kaki lima di ibukota Jakarta memang menjadi pemandangan menarik di beberapa pasar, terutama di pasar Tanah Abang yang banyak dikeluhkan oleh para pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat bahkan lebih. Kemacetan hampir pasti ditemukan setiap melintas di pasar tersebut, bahkan masuk dalam kategori macet parah.
Menyikapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Pemerhati Masalah Sosial Kemasyarakatan MS Baso DN menegaskan, apa yang telah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Anies Baswedan dan Sandi Uno dalam menata pasar Tanah Abang adalah langkah atau upaya pemerintah dalam mencari solusi terbaik dalam mengakomodir semua kepentingan, yakni kepentingan PKL dan kepentingan pengguna jalan. Sesungguhnya lebih dari separuh pengguna jalan dari dan ke pasar Tanah Abang adalah mereka yang memang tujuannya ke pasar tersebut.

“Pasar itu adalah tempat terjadinya transaksi jual beli. Apalagi sekelas pasar Tanah Abang, yang pengunjungnya masyarakat dari seluruh Indonesia, pastilah sangat ramai dan memacetkan pengguna jalan,” tegasĀ Forum Pemerhati Sosial Kemasyarakatan, Baso DN.

Menurut Baso, solusi untuk mengatasi masalah PKL ini sebenarnya sudah dilakukan pemerintah dengan melibatkan beberapa unsur dari elemen masyarakat dan stakeholder. Memberikan atau Mengubah Pola Pikir para PKL, bahwa berjualan di pinggir jalan itu melanggar aturan, memberikan bimbingan pelatihan Usaha, memberikan modal Usaha tau Kredit Usaha membangun tempat Usaha Yang sewanya murah. Mengadakan komunikasi secara intens tentang semua permasalahan para PKL. Hanya saja memang para pengunjung atau pembeli ke pasar itu kebanyakan tidak mau repot masuk ke kios kios atau lods lods yang jauh kedalam pasar. Nah menyikapi fenomena seperti ini, tentu pedagang berebutan untuk mencari space atau tempat di pinggir jalan sebagai PKL dalam upaya menjemput para pembeli.

“PKL itu dibenci tapi juga dirindukan. Benci tapi rindu,” jelas Baso DN.

Solusi yang lain menurut Baso, pemerintah harus menyiapkan lahan parkir yang cukup luas dibeberapa pasar, terutama di Tanah Abang sehingga tidak ada lagi antrian panjang dari pemilik kendaraan yang ingin parkir. Termasuk rekayasa jalan dari pihak kepolisian dan dishub DKI Jakarta, terkhusus untuk angkutan umum. Dan ini yang paling penting. Hilangkan like and dislike dan apriori terhadap pemerintahan dibawah kendali Anies Sandi. ” tegas Baso.(*)