Kartini Bersaudara dan Nobar Piala Dunia Russia 2018

Penerimaan Mahasiswa Baru

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR –  Kartini, Kartina, Karmila, Karlina, Karpina dan Karpirna adalah tujuh bersaudara yang semuanya perempuan. Mereka berjualan “Sarabba” minuman tradisional Bugis Makassar terbuat dari, jahe, gula merah, santan yang direbus matang. Biasanya minuman disajikan saat malam hari karena dapat menghangatkan tubuh.

Sudah hampir sebulan, tujuh bersaudara ini, berjualan di lokasi Nobar Piala Dunia 2018 Projo Sulsel di Anjungan Pantai Losari. Nobar ditempat terbuka apalagi di malam hari perlu ditemani Sarabba diserta ubi goreng, jalan kote dan kacang rebus.
“Alhamdulillah pembeli sarabba cukup banyak, semoga jelang final semakin banyak lagi,” tutur Kartini (34 tahun) paling tertua bersaudara sambil senyum sumringah. ” Mau mi selesai nobarnya, sedih juga, katanya dalam logat makassar.

Usai piala dunia 2018. Kartini bersaudara kembali ketempat awal jualannya di jalan Hertasning belakang PLN wilayah Sulselbar. Mereka menyewa lapak kecil ukuran 3×4 . Dilapak inilah setiap hari mereka berjualan untuk mencari rejeki membiayai kehidupan sehari hari dan menyekolahkan adiknya.

Berjualan di Anjungan tidaklah mudah, kadang mereka masih kucing kucingan dengan aparat penertiban. Piala dunia seminggu lagi usai. Namun Kartini bersaudara tetap harus lanjut berjuang dan bekerja bukan untuk kaya, tapi hanya untuk kehidupan sehari hari.(*)