banner dprd mkassar

Mantan Cakades di Takalar Gugat SK Pengangkatan Kepala Desa Terpilih

pemprov sulsel

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR -Meski sudah lama berlalu, namun Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar yang berlangsung November 2021 lalu masih menyisakan permasalahan.

Abdul Asis yang kala itu unggul atas rivalnya Amiruddin kini telah resmi menjabat sejak dilantik Bupati Takalar, Syamsari Kitta berdasarkan SK Nomor 550 Tahun 2021 yang diterbitkan per Tanggal 17 Desember 2021.

Amiruddin pun hingga kini masih tidak terima dengan hasil pilkades yang dinilainya tidak adil.

Amiruddin menuding, proses pilkades tahun lalu dirinya menduga dicurangi lantaran sempat unggul usai pencoblosan, namun karena terlena dengan euforia kemenangan, beberapa saat sebelum pengumuman ternyata berbalik menjadi kekalahan.

Amiruddin pun menduga rivalnya sudah berbuat curang hingga hasil yang tadinya dimenangi dirinya justru berakhir kalah.

Setelah melakukan penyelidikan dan menemukan bukti-bukti kecurangan yang dilakukan rivalnya, ia pun telah melaporkan perkara tersebut ke Polres Takalar.

Sayangnya laporan Amiruddin rupayanya tidak berjalan dengan baik, sehingga ia memutuskan melaporkannya ke Polda Sulsel dimana saat ini kasusnya pun masih dalam proses penyelidikan.

“Dari awal saya sudah merasa ada kecurangan. Bahkan anak-anak kecilpun tahu itu penuh kecurangan, mulai dari TPS, DPT, masuk lagi di surat panggilan (pencoblosan) diobrak-abrik itu. InsyaAllah semua bukti kita ada,” ujar Amiruddin kepada wartawan di Makassar, Sabtu (1/10/2022).

Amiruddin pun baru-baru ini melayangkan surat gugutan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar.

Bersama kuasa hukumnya ia menggugat Surat Keputusan Bupati Takalar Nomor 550 Tahun 2021 Tentang Pengesahan/ Pengangkatan Kepala Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Tanggal 17 Desember 2021 yang dinilainya tidak sah.

Kuasa Hukum Amiruddin, Muhlis Amir menegaskan pihaknya tidak akan menerima hasil pilkades yang diduga sarat akan kecurangan. Kata dia, ada banyak temuan yang telah dikumpul untuk kemudian dijadikan barang bukti di persidangan.

Muhlis menjelaskan, di versi pertama usai pencoblosan Amiruddin unggul 960 suara, sedangkan Abdul Asis hanya 918 suara.

“Kita tidak terimanya karena pas pengumuman, penetapan, suaranya tiba-tiba berbalik, cuman selisih 1, antara 927 dan 928 suara, yang menang Abdul Asis,” bebernya.

Muhlis pun kemudian telah melayangkan gugatan di PTUN Makassar dengan objeknya adalah SK pengangkatan dan pengesahan Abdul Asis oleh Bupati Takalar.

“Kita minta kepada majelis hakim untuk batalkan SK itu nanti di pengadilan,” tegasnya.

Sebelumnya, Pilkades Tamasaju diikuti sebanyak 4 calon, dua diantaranya yakni Abdul Asis dan Amiruddin memang bersaing cukup ketat menjadi pemilik suara terbanyak.

 

Call Center PU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *