Tak Kunjung Tangkap DPO Tahun 2010, ACC Nilai Kejari Makassar Tak Serius

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Direktur Riset dan Data Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Wiwin Suwandi, menilai Kejaksaaan Negeri (Kejari) Makassar tak serius menangkap dua DPO. Dua orang tersebut yakni Direktur PT Murni Palessu Putra, M Iqbal Lewa dan rekanan SMKN RSBI BPPKT Makassar, Husein Abdul Razak.

Ketidak seriusan Kejaksaan dalam mencari dan menangkap kedua buron tersebut, menurut Wiwin patut dicurigai adanya deal-dealan antara antara mereka.

“Kedua DPO itu¬† sudah lama hilang dan sampai sekarang tidak ditemukan. Tidak mungkin dalam kurun waktu yang sudah sangat lama ini Kejaksaan tidak mengetahui dimana Iqbal dan Husain berada,” ujarnya.

Ia menambahkan dalam catatan ACC semasa kasus keduanya begulir ditahap penyidikan hingga peradilan, Iqbal dan Husain termasuk orang yang sangat takut dijebloskan ke penjara. Wiwin menyanyangkan skill jaksa intelijen dan teknologi canggih yang dimiliki kejaksaan sia-sia. Sebab  kedua buron ini tetap tidak dapat ditemukan.

Dihubungi terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Deddy Suwardy Surachman mengaku pihaknya terus melakukan pencarian. Ia juga mengatakan Kejari bekerja profesional dan tidak terlibat praktik-praktik curang sebagaimana yang dituduhkan.

Iqbal Lewa telah ditetapkan selama enam tahun sebagai DPO Kejari Makassar. Dia adalah terpidana perkara korupsi pembangunan gedung Pengadilan Negeri (PN) Makassar tahun 2007 dengan nilai Rp 7,52 Milyar.

Sedangkan Husein Abdul Razak, adalah terpidana kasus korupsi dana bantuan pelaksanaan revitalisasi peralatan bengkel dan pembelajaran SMKN RSBI BPPKT Makassar pada 2010, yang hingga kini masih buron, dengan hukuman tiga tahun penjara. Ia sudah tiga tahun menjadi buron Kejari Makassar, dan hingga kini belum ditemukan. (*)

 

PEMKOT-Makassar