Wisma Isolasi Gratis ‘Dihentikan’, Tipu-Tipu di Pilkada Makassar?

Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Program kubu tertentu di Pilkada Makassar yang katanya membuka wisma isolasi mandiri gratis ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Faktanya tak ada tanda-tanda lagi kalau tempat tersebut bisa ditempati secara gratis oleh warga.

Dari foto yang beredar, di wisma yang terletak di sekitar Panakukkang dikabarkan sudah dihentikan sejak bulan lalu. Padahal program ini sempat diumbar ke publik.

Dikutip dari salah satu media online, salah warga Kota Makassar disebutkan hendak membawa keluarganya untuk dirawat ditempat itu. Sayangnya, mesti gigit jari. Sebab karyawan hotel itu menyebut bukan tempat isolasi mandiri untuk Covid-19.

“Saya datang bersama kakak untuk menanyakan bahwa ada keluarga yang rencana akan saya rawat di sini, namun ternyata di tolak oleh karyawannya. Katanya di sini bukan tempat orang Covid-19,” jelas warga yang enggan disebutkan identitasnya itu, Senin (30/11/2020).

Ia pun memilih pulang dengan kesal. Niatnya untuk membawa keluarganya berobat sirna gegara tertipu dengan janji-janji pasangan yang mengumbar wisma gratis. Ia pun sangat menyayangkan, kenapa mesti terkesan melakukan pembohongan publik.

Kesaksian Ami tersebut diperkuat dengan penelusuran di lapangan. Karyawan dan resepsionis Hotel Andra, Panakkukang yang ditemui menyebut jika pemutusan kerjasama dengan pihak kandidat itu telah terjadi sejak sebulan lalu. Kontraknya hanya berjalan selama satu bulan saja.

Dengan demikian, bisa dipertanyakan jika program wisma isolasi mandiri gratis yang dicanangkan kubu pasangan itu hanya bagian dari pencitraan belaka. Diduga mengelabui masyarakat dengan melakukan peresmian namun faktanya tempat tersebut hanya disewa selama sebulan.

Program yang kental dengan nuansa pencitraan itupun dihentikan begitu saja. Padahal hingga saat ini, Pemerintah Kota Makassar masih berjibaku melakukan berbagai upaya pencegahan Covid-19 yang jumlah kasusnya masih terus meningkat setiap harinya.(*)

Andi Muhammad Fadli