6 Warga Terima Dana Pembebasan Lahan 12 Milyar Diperiksa Kejati Sulselbar

Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Tim Satuan Tugas Khusus Tindak Pidana Korupsi Kejati Sulselbar kembali memanggil sejumlah warga desa baji mangai, kecamatan mandai, Kabupaten Maros untuk dimintai keterangan sebagai saksi, dalam kasus dugaan korupsi dan mark up dana pembebasan lahan untuk perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kota Makassar.

Hari ini, sebanyak 6 warga telah memenuhi panggilan penyidik, yakni Sirajuddin Dg Tika, Hj. Maemunah, Hj. Hasna, Baharuddin HL, H. Gassing dan Syahril. Total Dana Pembebasan Lahan yang mereka terima mencapai 12 Milyar Rupiah. Dimana, beberapa diantara mereka bahkan ada yang menerima hingga 4 Milyar Rupiah.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin menerangkan bahwa pemanggilan terhadap warga dilakukan untuk menambah terang kasus ini. Pasalnya, pembayaran ganti rugi lahan di desa tersebut sangat bombastis.

“harga tanah dilahan itu sangat besar, makanya kita panggil warga, untuk mengetahui benar tidak warga sampai menerima 4 milyar”. Kata Salahuddin

Pada proyek pembebasan lahan untuk perluasan bandara Sultan Hasanuddin ini, tim penyidik berhasil menemukan adanya dugaan pelanggaran hukum yang mengakibatkan kerugian negara yang mencapai ratusan milyar rupiah. Modus pelanggaran yang diduga dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dalam kasus ini, ialah dengan melalukan manipulasi data terkait sertifikat tanah milik masyarakat di desa baji mangai kecamatan mandai, serta adanya dugaan penggelembungan dana ( mark up ) dalam proyek seluas 60 Hektar ini.

Hingga saat ini, pihak Kejaksaan telah menetapkan empat orang tersangka yakni Kepala Kecamatan Mandai, Machmud Osman, Kepala Desa Baji Mangai, Raba Nur, Kepala Dusun Ba’do-ba’do, Rasyid, serta Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Siti Rabiah. (SEN)

 

Andi Muhammad Fadli