Kejagung Mendukung, Kejati Sulselbar Diminta Buktikan Keterlibatan Bupati Takalar

Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) akhirnya mendapat petunjuk terkait penanganan kasus dugaan korupsi penjualan lahan di desa laikang, Kabupaten Takalar yang melibatkan Bupati Burhanuddin Baharuddin.

Hasil ekspose yang digelar oleh tim Kejati Sulselbar yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Selasa 1 November 2016 kemarin, menyebutkan bahwa Kejati Sulselbar mendapatkan dukungan untuk melanjutkan dan menuntaskan kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Hidayatullah menerangkan bahwa kasus yang melibatkan Burhanuddin Baharuddin sebagai Kepala Daerah di Kabupaten Takalar dalam hal penjualan lahan negara kepada pihak investor harus dituntaskan. Kata Hidayatullah, pengajuan Bupati sebagai salah satu pihak yang terindikasi kuat terlibat dalam korupsi penjualan lahan negara itu juga telah diaminkan oleh Kejagung. Hal ini akan membantu tim memperkuat keterlibatan Bupati bersama tiga tersangka yang telah ditetapkan.

“pengajuan tim soal keterlibatan bupati, mendapat support Kejagung dan itu harus dilanjutkan sampai tuntas. Sekarang kami akan jalan terus. Semua pihak yang bertanggungjawab akan dijerat termasuk indikasi yang mengarah pada Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin.” jelas Hidayatullah

Sementara itu, terkait penetapan bupati sebagai tersangka, Hidayatullah mengaku belum melakukan hal tersebut, dan akan fokus pada tiga tersangka yang telah ditetapkan lebih dulu. Namun, ia memastikan keterlibatan bupati tidak akan lepas dan akan dibuktikan oleh tim.

“Biarkan kasus ini mengalir, yang jelas Bupati itu tidak mungkin lepas,” tegasnya.

Dalam kasus ini, Bupati Burhanuddin Baharuddin dianggap bertanggung jawab karena telah mengeluarkan izin prinsip untuk kepentingan investasi. Dimana, melalui terbitnya izin prinsip inilah oknum camat dan kepala desa serta sekretaris desanya melakukan penjualan lahan kepada PT Karya Insan Cirebon seluas 150 hektare senilai 16 Milyar rupiah.

Hingga saat ini, tim penyidik telah menetapkan tiga tersangka yakni Kepala Kecamatan Mangarabombang, Muhammad Noor Uthary, Kepala Desa Laikang, Sila Laidi, serta Sekretaris desa Laikang, Andi Sose. (SEN)

 

Andi Muhammad Fadli