DPP KNPI: Penangkapan Aktivis Gaya Otoriter Dan Kepanikan Jokowi

Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – DPP KNPI sangat menyayangkan penangkapan 10 Orang Aktivis Pergerakan Nasional oleh Rezim Jokowi melalui pihak kepolisian, karena penagkapan tersebut mencederai gerakan ummat dan rakyat indonesia yang lagi berjuang menegakkan keadilan di Indonesia.

Menurut Ketua DPP KNPI Risman Pasigai, penangkapan ini mencederai iklim demokrasi yang terbangun saat ini, Dan bisa saja melanggar HAM.

Berikut 9 ini pendapat DPP KNPI dari rilis yang diterima redaksi suaracelebes.com.

1. Penangkapan 10 Aktivis pergerakan Nasional adalah tidakan Rezim Jokowi yang mencederai Iklim Demokrasi di Indonesia
2. Penangkapan 10 Aktivis Tersebut adalah Bukti nyata dari Gerakan Pemerintah melalui pihak kepolisian untuk mematikan gerakan Rakyat dan melanggar HAM
3. Penangkapan ini adalah upaya pemerintah meredam dan menakuti Rakyat dalam menyampaikan aspiranya yang dimana di jamin oleh UU
4. Penangkapan Aktivis tersebut adalah wujud kembalinya Gaya pemerintahan yang otoriter bahkan lebih sadis dari pemerintahan Orde Baru
5. Penangkapan aktivis tersebut adalah wujud  ketakutan dan kepanikan pemerintahan Jokowi akan kritik rakyat terhadap penegakan Hukum di Indonesia
6. Mengajak seluruh aktivis dan pemuda/Mahasiswa untuk tidak gentar melawan rezim yang otoriter dan membunuh demokrasi dan tetap menjalankan aksi demokrasi secara santun dan sesusui UU
7. Kami meminta kepada Pemerintah agar proses hukum bagi aktivis yang ditangkap secara transparan, terbuka dan tidak teban pilih
8. Jangan sampai penangkapan tersebut terkesan hanya ingin menakuti dan mengagalkan gerakan demokrasi rakyat bukan penegakan Hukum
9. Gerakan Makar adalah sikap yang sangat merusak tatanan Kehidupan berbangsa dan bernegara olehnya kami menyerukan kepada seluruh elemen Bangsa agar bersatu untuk melawan upaya Makar. (*)

Andi Muhammad Fadli