SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Relawan serta tim pemenangan dan parpol pengusung pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi tak ingin merasa puas dengan hasil sejumlah lembaga survei yang menyebut trend elektabilitas atau keterpilihan pasangan nomor urut 1 ini makin meningkat.
Justru hasil itu, harus dijadikan sebagai cambuk untuk lebih meningkatkan etos kerja yang lebih masif demi meraih kemenangan pada Pilkada Makassar tahun ini.
Makanya, untuk mewujudkan target menang di Pilwali 27 Juni mendatang, kerja-kerja parpol pengusung, relawan dan tim pemenangan Appi-Cicu harus lebih terukur, terarah dan tentunya ada evaluasi ditiap strategi yang dijalankan.
“Paling tidak hasil evaluasi tim dilapangan bisa diukur untuk mengetahui di mana kekuatan kandidat dan titik lemah lawan,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PPP Kota Makassar, Fasruddin Rusli, Sabtu (3/3/2018).
Dia mengatakan, pasca mengetahui trend elektabilitas lawan (Danny-Indira), PPP bersama 9 parpol pengusung Appi-Cicu langsung menyusun langkah-langkah strategi khusus.
Hanya saja, legislator DPRD Makassar ini enggan membeberkan strategi khusus yang dimaksud dalam menumbangkan incumbent.
“Tentu kinerja tim dilapangan lebih dipacu lagi mengingat kekuatan lawan makin lemah dan elektabilitasnya juga kian menurun. Ini adalah pintu masuk bagi kita. Dan harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Fasruddin mengatakan, rapuhnya kekuatan lawan rapuh, menjadi pintu masuk tim Appi-Cicu untuk menggalang potensi dan basis pemilih, termasuk merebut suara lawan di titik-titik yang dianggap masih banyak suara mengambang.
“Kita kan bekerja data. Jadi pemilih strong voters kita pisahkan dengan swing voters. Artinya jelas garapan dan target kita,” tuturnya.
Lebih jauh dia mengatakan, swing voters akan menjadi target garapan Appi-Cicu.
Apalagi masyarakat lebih cenderung menyukai figur baru yang berintegritas, tidak diisukan apalagi terlibat kasus hukum.
“Jadi tidak sulit lagi kita mensosialisasikan Appi-Cicu. Pemilih Makassar ini kan sudah cerdas mencari pemimpin,” tandasnya.
Sementara itu, Juru bicara (Jubir) DPD NasDem Makassar, Supratman mengatakan, semua partai pendukung telah mempersiapkan strategi matang dalam memenangkan Pilwali, termasuk NasDem.
“Kita sudah pasti mengantongi hasil jajak pendapat. Ini pintu masuk kita, setelah lawan dalam posisi rapuh,” kata Supra.
Hanya saja dia enggan untuk membeberkan hasil jajak pendapat yang dia maksud.
Dia mengaku telah membandingkan integritas, kapasitas dan kapabilitas dua pasangan calon.
” Bisa di cek. Ternyata pemilih di Makassar ini membutuhkan pemimpin yang berintegritas, yang tidak pernah bermasalah pada kasus kejahatan, khusunya korupsi,” ucapnya.
Adapun Jubir Appi-Cicu, Arsony mengatakan bahwa pihaknnya baru memulai pertarungan.
Saat ini, kata dia PDIP sudah menyiapkan segalanya. Terkhusus, dalam hal kerja-kerja pemenangan di lapangan setelah tingkat keterpilihan lawan semakin menurun.
Olehnya, untuk mewujudkan kemenangan Appi-Cicu di Makassar, soliditas partai pengurus, relawan dan pendukung yang tersebar di 15 kecamatan harus lebih dipacu.
“Intinya di sisa waktu empat bulan lebih, kerja-kerja pemenangan harus lebih ditingkatkan demi meraih kemenangan,” tutup Arsony. (*)










