Jelang Idul Fitri 2021, BI Sulsel Siapkan Uang Tunai Sebesar Rp3,58 Triliun

PDAM Makassar

SUARACELEBES, MAKASSAR – Bank Indonesia Sulsel menyiapkan kebutuhan uang tunai masyarakat pada periode Ramadan dan Idul Fitri tahun 2021 diperkirakan sebesar Rp3,58 triliun. Angka tersebut tidak jauh berbeda dari tahun 2020 sebesar Rp3,59 triliun.

Kepala BI Sulsel, Budi Hanoto mengatakan, besarnya penyediaan uang tunai didasari pertimbangan masih berlangsungnya pandemi Covid-19, aktivitas masyarakat yang masih terbatas, dan kebijakan larangan mudik.

“Layanan penukaran uang rupiah kali ini akan dilaksanakan dengan perbankan melalui loket penukaran di kantor cabang yang berada di wilayah Sulsel. Penukaran uang rupiah dilaksanakan melalui perbankan, termasuk pada empat wilayah kas titipan yaitu Parepare, Palopo, Bone, dan Bulukumba dengan nilai total uang layak edar semua pecahan yang disediakan sebesar Rp235,39 miliar,” kata Budi, Senin, (3/5/21).

Selanjutnya pelaksanaan kegiatan operasional perbankan menjadi pertimbangan dan kewenangan masing-masing bank. Ia mengatakan Bank Indonesia juga bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan kesempatan masyarakat dalam memperoleh uang peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 (UPK 75).

“Koordinasi dilakukan melalui layanan kas prima penukaran wholesale kepada Pemda dan stakeholder eksternal lainnya dimulai sejak tanggal 19 April sampai dengan 10 Mei 2021,” Ujar Kepala BI Sulsel ini.

Bagi mitra strategis Bank Indonesia seperti pemerintah daerah, Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan layanan penukaran secara wholesale ataupun melalui bantuan perbankan yang bekerja sama dengan mitra strategis tersebut.

Sementara bagi masyarakat, penukaran UPK 75 dapat dilakukan di 38 perbankan yang berada di 77 titik yang tersebar di seluruh Sulawesi Selatan.

Di sisi lain, ia mengatakan pertumbuhan transaksi nilai dan transaksi non tunai juga diperkirakan akan terjadi seiring pertumbuhan transaksi tunai pada Ramadan dan Idulfitri tahun 2021.

“Tren digitalisasi transaksi pembayaran yang kian berkembang sejalan dengan maraknya moda belanja berbasis digital menggunakan uang elektronik yang tumbuh pesat,” Lanjutnya.

Budi menjelaskan, pertumbuhan transaksi nilai dan non tunai juga diperkirakan mengalami pertumbuhan pada Ramadann dan Idul Fitri tahun 2021. Hal ini tidak lain karena tren digitalisasi transaksi pembayaran yang kian berkembang sejalan dengan maraknya moda belanja berbasis digital menggunakan uang elektronik.

BI Sulsel mencatat, peningkatan yang cukup signifikan terjadi pada nilai dan volume transaksi berbasis uang elektronik dari Rp162,46 miliar pada Maret 2020 menjadi Rp386,56 miliar pada Maret 2021. Angka tersebut meningkat sebesar 138 persen.

“Bank Indonesia terus mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non-tunai baik melalui digital banking, uang elektronik, maupun pemakaian QR Indonesia Sandard (QRIS),” jelasnya.

Gerinra Sulawesi Selatan