RUU Pemilu Mometum Perubahan Sistem Politik

PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Sulsel menggelar Round Table Discussion Idea dengan tema “Menata Sistem Politik Masa Depan Demi Konsolidasi Demokrasi”. Hal ini dilakukan guna menyerap aspirasi dari masyarakat terkait pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Penyelenggaraan Pemilu, bertempat di warkop Phoenam, Jl. Boulevard, Makassar.

Kegiatan yang berdurasi tiga jam ini menghadirkan Komisioner KPU Sulsel, Mardiana Rusli, Bawaslu Sulsel, Fatmawati, Akdemisi, Luhur A Priyanto, Arief Wicaksono, Anggota DPRD Sulsel, Irwan Hamid, Hengky Yasin, JPPR Sulsel, Suherman Kasim, Zulfikarnain, HMJ Ilmu Politik UIN Alauddin, HMJ Politik Universitas Hasanuddin, Aktivis NGO, Aktivis perempuan, Media, Perwakilan Ormas As’adiyah, Fatayat, DDI, IPPNU, PMII, IMDI, Pengurus Gemasaba Sulsel dan Pengurus PKB Sulsel.

Ketua Gemasaba Sulsel, Ahmad Arfah menyampaikan, RUU Penyeleggaran Pemilu yang sementara dibahas di DPR-RI harus menjadi momentum perubahan sistem politik. “Kita harus pastikan undang-undang nantinya berlaku dalam jangka panjang, sehingga terjadi kemapanaan sistem politik di Indonesia,” katanya.

Sementara Aktivis JPPR Sulsel, Suherman Kasim menyampaikan sistem pemilihan dengan metode terbuka membuka ruang partisipasi yang cukup baik. “Politik transaksional sesungguhnya dapat terjadi baik disistem terbuka ataupun sistem tertutup, Tapi persoalan sebagian besar di pemilu kita sesungguhnya bukan soal sistem tetapi penegakan hukum. Hanya saja, sistem terbuka lebih partisipatif,” kata Suherman.

RUU inipun diminta harus memperhatikan peningkatkan partisipasi dan pendidikan politik masyarakat, serta melakukan pembenahan dan perbaikan partai politik.

Pelaksanaan pemilihan umum yang dianggap sering menjumpai sejumlah kendala dengan permasalahan berakar dari peraturan-peraturan yang berlaku. Pemerintahpun diminta segera memastikan dan mengambil keputusan sistem pemilu apa yang akan dipilih. (SO)

Pemkot Makassar SC