Garam Tak Miliki Harga, Petani Garam Jeneponto Miskin, Mana Perhatian Pemerintah

Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu daerah penghasil garam terbesar di Indonesia. Tapi sangat disayangkan produksi garam  melimpah, namun petani garam bigung tak ada pembeli.

Kondisi ini mulai dikeluhkan para petani, Annas GS Karaeng Jalling salah satu petani garam mengaku binggung menjual garam kemana.

“Produksi garam di Jeneponto melimpah, saya sendiri punya garam dua gudang. Tapi tidak tahu mau jual kemana, kita petani binggung. Saat kurang produksi, garam Impor Masuk, saat produksi melimpah, garam tak miliki harga,” keluh Pria pencita kuda itu.

Annas GS juga sangat menyanyangkan pemerintah tak mencanangkan Jeneponto sebagai swasembada garam, padahal produksi garam di Jeneponto lebih besar dari Jawa Timur.

“Pemerintah Jokowi hanya canangkan swasembada garam di Kabupaten Gresik. Padahal produksi garam Jeneponto lebih besar dari Jawa Timur,” jelasya.

Kualitas garam di Jeneponto juga tak kalah dari daerah lain, di Daerah Arung Keke misalnya kualitas garamnya kelas 1 bisa digunakan untuk pertanian dan industri, serta di Daerah Bangkala garam untuk komsumsi.

Tak adanya harga garam di Jeneponto ini membuat petani garam miskin. “Garam ini tidak punya harga sama sekali di daerah saya. Petani termiskin itu petani garam,” ucapnya.

Annas GS Karaeng Jalling mewakili petani garam di Jeneponto meminta pemerintah Jokowi beri perhatian kepada perani garam di Jeneponto.

“Saya sebagai petani garam di Jeneponto mewakili teman teman petani meminta pemerintah Jokowi dan PN Garam menaruh perhatian kepada petani garam di Jeneponto. Pemerintah harus membuat standar harga garam, mengatur pasar garam seperti Bulog mengatur harga beras,” tutup mantan Sekretaris KPU Sulsel itu.(*)

Andi Muhammad Fadli