Pemukul Guru Dasrul di Vonis Satu Tahun Penjara

Sidang Adnan Achmad, terdakwa kasus pengeroyokan dan pemukulan guru SMKN 2 Makassar, Dasrul.

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar yang dipimpin oleh Ibrahim Palino selaku Hakim Ketua, menjatuhkan pidana 1 Tahun penjara kepada Adnan Achmad, terdakwa kasus pengeroyokan dan pemukulan guru SMKN 2 Makassar, Dasrul.

Vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada Adnan lebih rendah dari tuntutan yang ajukan oleh Jaksa Penuntut Umum. Adnan Ahmad sebelumnya dituntut 1 Tahun 10 Bulan penjara atas perbuatan yang disangkakan kepadanya.

“majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada terdakwa atas nama Adnan Ahmad selama 1 tahun penjara,” jelas Ibrahim Palino selaku Hakim Ketua

Atas putusan ini, kedua pihak yakni Jaksa Penuntut Umum dan Adnan Ahmad bersama Kuasa Hukumnya, diberi waktu selama 14 hari untuk memutuskan upaya hukum yang akan ditempuh.

Sebelumnya, adnan diduga melakukan dua perbuatan yakni pemukulan dan pengeroyokan yang menyebabkan orang lain terluka. Untuk dua perbuatan itu, Adnan dikenakan dakwaan kumulatif berlapis melanggar Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Pasal 351 jungto Pasal 55 KUHP

Untuk dakwaan primer, Pasal 170, dikenakan atas perbuatan Adnan  bersama anaknya mengeroyok guru Dasrul di halaman sekolah SMKN 2 Makassar pada Rabu, 10 Agustus 2016. Dimana saat itu Adnan telah terang-terangan bersama anaknya menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang sebagaimana yang tertuang di dakwaan tersebut.

Sementara dakwaan subsider Pasal 351 jungto Pasal 55 KUHP karena Adnan melakukan penganiayaan yang dilakukan bersama-sama menyebabkan orang lain yakni Guru Dasrul memgalami luka-luka.

Pemukulan dipicu aduan MAS kepada ayahnya bahwa ia telah dipukul gurunya di ruang kelas. Diketahui Dasrul melakukan pemukulan kepada MAS untuk mendisiplikan MAS atas tindakannya yang tidak beretika, mengeluarkan kata tidak senonoh dan membangkang dengan cara tidak mengerjakan tugas yang diberikan Dasrul.

Namun demikian alasan pemukulan anaknya tidak digubris Adnan dan langsung datang ke sekolah dalam kondisi emosional melabrak masuk sekolah tanpa melapor lebih dulu ke piket penjagaan.

Sebelum melakukan pemukulan tersangka juga diketahui membuat gaduh dengan berteriak dan mencari wakil kepala sekolah. Akibat pemukulan itu, Dasrul mengalami luka-luka di wajah hingga hidungnya mengeluarkan darah.(*)

 

PEMKOT-Makassar