Kepala Sekolah SMA 21 Makassar Dilapor Lakukan Pungli di Kejati

Sukardi, salah satu orang tua murid yang melaporkan kepala SMA 21 atas dugaan pungli penerimaan siswa baru, Senin (6/3/2017)
PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM,MAKASSAR – Sukardi, salah satu orang tua murid yang melaporkan kepala SMA 21 atas dugaan pungli penerimaan siswa baru, Senin (6/3/2017) kembali mendatangi Kejari Makassar. Kedatanganya kali ini adalah untuk menyerahkan barang bukti yang dapat mendukung laporannya.

“Saya datang atas inisiatif sendiri untuk menyerahkan bukti-bukti. Bukti yang saya bawa antara lain adalah, daftar kehadiran siswa, laporan orang tua terkait penyalah guna sumbangan sukarela, laporan pembayaran Rp 500 ribu- Rp 3 juta, dan aturan dana bos yang dilanggar,”ujarnya.

Barang bukti tersebut langsung diterima oleh Kasi Intel Kejari Makassar, Andi Alham.

“Kami akan pelajari dulu baik laporan dan barang bukti yang baru saja diserahkan tadi,”ujar Alham

Seperti diberitakan sebelumnya, Sukardi pada hari Jumat (3/3/2017) mendatangi Kejari Makassar untuk melaporkan kepala SMA 21 Makassar, Armin atas dugaan pungli penerimaan siswa baru.

“Pada saat penerimaan siswa tahun ajaran 2016/2017 kepala sekolah menerima lebih dari kuota yang ditentukan. Harusnya satu kelas isinya hanya 36 siswa, tetapi oleh kepala sekolah diisi 40 siswa. Selain itu kepala sekolah juga menambahakn rombongan belajar (rombel) yang idealnya 9 rombel menjadi 12 rombel,”ujar sukardi.

Tidak hanya dilaporkan terkait pungli penerimaan siswa baru, Armin, juga dilaporkan terkait pungli yang berkedok uang sumbangan sukarela.

Sukardi mengatakan,”Kepala sekolah mengadakan rapat dengan orang tua tanpa sepengetahuan komite, isi rapatnya adalah tentang uang sumbangan sukarela yang harus dibayarkan oleh siswa. Jumlahnya bervariasai, yakni kelas 3 Rp 50 ribu , Kelas 2 Rp 75, dan kelas 1 Rp 150 tiap bulan. Alasannya, uang tersebut akan digunakan untuk membayar gaji guru honorer, security dan cleaning servis di sekolah tersebut.”

Menurut Sukardi, anaknya bahkan pernah dikeluarkan dari kelas karena tidak membayar uang sumbangan sukarela.(*)

 

Pemkot Makassar SC