Opini : Babak Baru, Danny Pomanto dan Fatmawati Rusdi Versus Naga Berkepala 9

PDAM Makassar

SUARACEEBES.COM, MAKASSAR – Sepertinya Covid-19 mempunyai banyak kemiripan dengan Hydra. Dalam mitologi yunani, hydra merupakan naga yang memiliki 9 kepala, digambarkan sebagai makhluk yang jahat yang meneror pemukiman warga saat keluar dari sarangnya.

Berbagai cara telah dilakukan oleh pahlawan-pahlawan Yunani, untuk menaklukkan Hydra, namun setiap satu kepalanya dipotong, tak lama kemudian akan tumbuh kepala baru.

Layaknya Covid-19, berbagai cara pemimpin daerah berusaha untuk menaklukkan virus asal China tersebut, mulai dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid I dan II sampai Pembatasan Penerapan Kegiatan Masyarakat (PPKM), selalu memunculkan masalah baru, mulai dari kesenjangan sosial dan banyak diantaranya kehilangan pekerjaan dan lain sebagainya.

Setiap upaya untuk memutus kepala Covid, selalu memunculkan kepala-kepala baru yang sama berbahayanya. Sampai akhirnya dalam cerita mitologi tersebut seorang sosok bernama Herakles atau yang lebih populer dengan nama Hercules anak dewa Zeus, bersama Lolaus sang pembawa obor akhirnya mengetahui bagaimana agar kepala Hydra tidak tumbuh kembali, dan pada akhirnya mereka berdua berhasil memenangkan pertarungan.

Tepat tujuh hari setelah dilantik, Danny Pomanto dan Fatmawati Rusdi mulai mensosialisasikan rancangan strategis melawan Covid-19, yang selama ini bukan hanya membunuh fisik, namun juga menyengsarakan rakyat, dengan slogan “Peduliki salama ki” Anda tidak peduli maka Anda akan mati, suatu kata yang bermakna sosial yang sangat dalam.

Dalam Sosialisasinya, di salah satu media nasional, Walikota dan wakil walikota Makassar tersebut mengakui diri sebagai penyintas Covid-19, dimulai dengan Fatmawati yang menyampaikan penderitaan yang dialami rakyat selama ini, dan dilanjutkan oleh Danny, memaparkan rancangan yang belum pernah dilakukan sebelumnya dan disambut baik dengan banyaknya warga yang mendaftarkan diri sebagai relawan serta tenaga medis yang melebihi angka 15.000.

Terlepas dari semua rancangan canggih yang telah dipaparkan, mulai dari qr code, penggunaan zoom sebagai pengawasan ruang publik, indeks kepatuhan yang diukur, penerapan aplikasi, dan turut serta menyambut kecintaan atas produk dalam negeri “Genose” sebagai alat deteksi covid yang akan digunakan dan lain sebagainya, kepercayaan publik yang besar terhadap Walikota dan Wakil Walikota Makassar tersebut diyakini dapat memutus kepala covid-19 dan tidak menimbulkan problematika-problematika sosial dan ekonomi, seperti mitologi Hydra, Hercules dibantu Lolaus yang berhasil memotong habis 9 kepala Naga laknat tersebut, hingga tidak tumbuh kembali.

Akankah Danny Pomanto dan Fatmawati Rusdi dapat melakukan hal yang sama seperti Hercules dan Lolaus? Hal ini hanya akan dijawab dengan waktu, karena satu bukti lebih baik dari seribu janji.

Penulis : Ibnu Hajar

Pemerahati Sosial, Dosen Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

 

Gerinra Sulawesi Selatan