Aplikasi Ajamma Tolak 11 Laporan Masyarakat Kepada DPRD Makassar

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Ajang Aspirasi Masyarakat (Ajamma), sebuah aplikasi penerima laporan masyarakat yang ditujukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Makassar mulai menarik perhatian masyarakat. Sejak diluncurkannya November silam, aplikasi ini telah menerima sebanyak 12 laporan.

Sayangnya, dari 12 laporan yang masuk hanya 1 laporan yang dianggap memenuhi syarat untuk diteruskan kepada pimpinan DPRD Kota Makassar. Sementara 11 laporan secara otomatis ditolak oleh aplikasi, karena pengirimnya yang tidak jelas.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Humas DPRD Kota Makassar, Andi Taufiq Natsir.

“Hanya 1 laporan yang telah disampaikan ke pimpinan DPRD, karena memang hanya laporan itu yang datanya lengkap. 11 laporan lainnya tidak memiliki kelengkapan data informan yang valid. Aplikasi ini akan secara otomatis menolak laporan yang berstatus anonim,”jelasnya.

Ia menjelaskan, identitas pelapor harus jelas, sebab jika laporan tersebut ditindak lanjuti, maka akan ada pemanggilan pelapor oleh anggota dewan. Ia mencontohkan adanya laporan masuk tanpa identitas lengkap.

“Misalnya laporan tentang perparkiran di RM Apong, itu tidak jelas namanya. Ada juga tidak ada alamatnya, nomor telepon, dan identitas lengkap lainnya. Intinya, sistem akan menolak jika profil dan jenis aduannya tidak lengkap dan jelas,”ujarnya.

Lebih rinci ia menjelasakan, laporan yang sudah ditindak lanjuti dengan diteruskan ke pimpinan DPRD Makassar adalah perihal aduan tender pembelanjaan pakaian Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Taufiq berharap, aplikasi ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Sehingga masyarakat tak perlu repot untuk datang ke kantor dan membawa laporannya.(*)

 

PEMKOT-Makassar