Ini Reaksi HMI Cabang Makassar Soal Rencana Presiden Eksport Warga Asing Pimpin BUMN

Hasan Basri Baso, Ketua HMI Cabang Makassar.
Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Rencana Presiden Joko Widodo untuk memasang beberapa warga negara asing untuk memimpin perusahaan BUMN yang tersebar disejumlah media nasional, menuai reaksi sejumlah lembaga dan organisasi masyarakat di kota makassar.

Demisioner Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Makassar Hasan Basri Baso memprotes keras atas pernyataan Presiden RI ke – 7 tersebut.

“Presiden tidak semestinya mengeluarkan statement terkait kepemimpinan dibeberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut dikelola asing,” ujar hasan sapaan akrabnya.

Menurut Hasan, Jokowi seharusnya lebih mengutamakan putra putri Indonesia yang mempunya bakat dan talenta dalam hal memimpin perusahaan milik negaranya.

“apabila ini adalah persoalan kompetisi sehubungan dengan menurunnya kinerja di beberapa BUMN maka presiden harus meminta 1 putra maupun putri dari setiap provinsi di Indonesia untuk ditempatkan di beberapa BUMN tersebut, keterlibatan asing akan berdampak politik dan perekonomian di indonesia itu sendiri.” timpal Hasan

Hasan Menambahkan, ini adalah tantangan besar bagi pemuda dan mahasiswa. Pernyataan Presiden Jokowi tersebut telah menciderai kemampuan proses pendidikan yang sedang dijajaki putra-putri menuju wilayah profesionalitas.

Aktivis yang baru saja menyelesaikan masa kepemimpinannya di organisasi HMi ini, menegaskan bahwa bukan hanya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saja tapi beberapa Organisasi – Organisasi akan melakukan tahapan evaluasi kepada kebijakan Presiden tersebut.

Sebelumnya, sejumlah media nasional turut mengangkat informasi terkait rencana Presiden Jokowi untuk menggunakan tenaga asing dalam mengembangkan Perusahaan BUMN. Adapun pernyataan Jokowi yang menuai kritikan ialah ;

“Saya bahkan ingin ada tiga atau empat bule profesional yang memimpin perusahaan BUMN agar orang-orang kita belajar serta termotivasi dan berkompetisi dengan adanya orang-orang asing itu,” ungkapan penuh tanya ini dilontarkan saat jamuan santap siang dengan para pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (03/01/2016)

 

Andi Muhammad Fadli