Gara-Gara Surat Pengalaman Kerja, Kapolsek Biringkanaya Digugat Praperadilan

Budi Simanungkalit, Kuasa Hukum Kris yang menggugat Praperadilan Kapolsek Biringkanaya.
Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kepolisian Negara Republik Indonesia Polsekta Biringkanaya, Kota Makassar digugat Praperadilan oleh salah seorang Karyawan Perusahaan dibidang Furniture karena diduga melakukan proses penahanan dan penetapan tersangka yang tidak sesuai prosedur. Kuasa Hukum pihak terlapor, Budi Simanungkalit dengan resmi telah mendaftarkan gugatan Praperadilan tersebut kepada Pengadilan Negri Makassar, Selasa 07 Maret 2017.

Budi selaku Kuasa Hukum menjelaskan bahwa upaya Praperadilan yang ditempuhnya bersama klien atas nama Christian alias Kris dilakukan karena menilai adanya rekayasa proses penanganan perkara yang ditangani oleh Polsek Biringkanaya.

“kami anggap bahwa proses dari tahap penyelidikan ke penyidikan tidak sesuai, hanya berselang sehari langsung ke tahap penyidikan padahal kami anggap itu tidak memenuhi dua alat bukti, karena klien kami sebagai pihak terlapor bahkan belum pernah diperiksa,” ujar Budi Simanungkalit

Bukan hanya itu, penyidik Polsek Biringkanaya kata Budi juga langsung menetapkan Kris sebagai tersangka dan melakukan penahanan selama lebih dari 24 jam terhadap kliennya. “ klien kami dipanggil untuk pemeriksaan, disana sudah ada polisi yang langsung melakukan penahanan padahal dia belum pernah diperiksa sebagai terlapor serta tidak pernah menerima Surat Pemberitahuan dimulainya Penyidikan (SPDP) kok langsung ditahan,” tambahnya.

Kris yang diketahui dilapor karena diduga melakukan pemalsuan surat keterangan pengalaman kerja kemudian dibebaskan dengan syarat wajib lapor sebanyak dua kali ke Polsek Biringkanaya. Namun hanya berselang dua minggu, tepatnya pada tanggal 17 Februari saat Kris hendak melakukan kewajibannya, ia justru kembali ditahan hingga sekarang.

Sementara itu, Kapolsek Biringkanaya Kompol Henki Ismanto, menyatakan siap mengikuti proses peradilan atas gugatan Praperadilan yang diajukan terhadap dirinya selaku Kapolsek. Menurutnya, proses penegakan hukum terhadap tersangka telah dilakukan sesuai prosedur sehingga ia akan mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti proses persidangan gugatan Praperadilan yang rencananya akan bergulir mulai pekan depan di Pengadilan Negri Makassar.

“secara SOP sudah benar semua, gak ada masalah. Kasus Crhistian juga tetap berjalan sudah tahap satu. Kita akan hadapi gugatan itu,” tutup Kompol henki

 

 

 

 

Andi Muhammad Fadli