Kebijakan Cacat Prosedur, Andi Rafiuddin Dorong Penegak Aparat Hukum Tindaki kebijakan PPK Rumah Swadaya Sulsel

Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Seleksi pendamping Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dan Koordinator Kabupaten (Korkab) program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Sulawesi Selatan TA 2021 telah usai beberapa waktu lalu, menyisakan sejumlah pertanyaan Lembaga Pemerhati Masyarakat dan berbagai gelombang kritikan.

“Hasil pengumuman banyak kejanggalan yang ditemukan tidak transparan, cuma hanya suka-suka dan dipanggil orang yang akan dimasukkan sebagai TFL BSPS 2021 serta tidak sesuai mekanisme juknis, dilarang memberi informasi dan yang menentukan diduga oleh Oknum pegawai honorer yang bukan PNS, Ungkap Ir. Andi Rafiuddin sapaan Andi Ondo

Andi Rafiuddin pun melanjutkan Karena banyaknya kejanggalan, saya berjanji akan melaporkan proses seleksi EVKIN TFL (Tenaga Fasilitator Lapangan) dan KORKAB ke Kementerian PUPR c.q. Dirjen Penyediaan Perumahan dan ke Aparat Penegak Hukum

Kejanggalan tersebut diantaranya proses rekrutmen evaluasi kinerja yang seharusnya dilakukan terbuka dan tahapan proses sesuai surat edaran Dirjen Penyediaan Perumahan dalam Lampiran Surat Nomor : RU.10.01-RW/42 Tertanggal 19 Januari 2021 perihal Kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) TA 2021 malah dilakukan secara diam-diam dan Tutup mata Padahal, untuk menjaring pendamping yang berkualitas dan berkinerja baik rekrutmen Evkin terbuka penting dilakukan sehingga proses seleksi diikuti banyak pihak dan khususnya TFL/KORKAB yang bertugas tahun 2020

“Dengan cara itu potensi pendamping yang dihasilkan lebih berkualitas, selain memenuhi asas keterbukaan”, Ungkapnya

Bahkan terindikasi tidak melalui proses yang sebenarnya, dimana pada lampiran SE Dirjen pada Angka Romawi V Ketentuan Seleksi dan Kriteria Calon Fasilitator dan Kordinator Kabupaten pada Poin 2 Kriteria umum untuk TFL dan Korkab huruf E Tidak sedang dalam ikatan kontrak kerja, tidak merangkap dikegiatan pendampingan lainnya, namun ada beberapa oknum TFL yang double job bahkan trivel Job dan saya bisa buktikan, yang kontrak pendampingan di Sandes, Sanimas, TPS 3R yang direkrut oleh Cipta Karya, pendampingan Kelompok Petani Pengguna Air (IPDMIP) yang di rekrut oleh BAPPEDA Provinsi, dan ada juga Pegawai Kontrak di Pemerintahan selama bertahun tahun tidak pernah putus kontraknya biasa diistilahkan data Base CPNS .Poin 4 huruf d. Terkait TFL Teknik, Telah mengikuti kursus/Pelatihan bidang Tekhnis bangunan yang dibuktikan sertifikat atau Surat Keterangan mengikuti kursus/pelatihan, ini juga banyak yang tidak memiliki yang dipersyaratkan. Juga pada Poin 5 huruf c.Berpengalaman sekurang kurangnya 3 tahun dalam program pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat, ini paling banyak direkrut tidak sesuai dengan dipersyaratkan dan saya siap tunjukkan orangnya bila diminta bukti keterangan

“Lantas dimana fungsi Tim seleksi Evkin PPK Rumah Swadaya Sulsel A. Dwiayu Permatasari Taufan, S.T., M.M ? Kami menilai telah terjadi penyimpangan dalam proses rekrutmen TFL dan Korkab pada program BSPS TA 2021ini,”

Hal lain yang saya soroti adalah tidak adanya standar nilai yang ditentukan oleh panitia Evkin secara tertulis karena memang diduga tidak dilakukan Proses Perekrutan

“Standar nilai rekrutmen Evkin tak jelas, atau bahkan tak ada,” saya pernah datangi kantor SNVT Perumahan Swadaya Provinsi Sulsel menanyakan terkait rekrutmen tersebut tak satupun orang yang memberikan penjelasan bahkan bungkam lebih celakanya saya pengen menemui langsung PPK nya justru orang yang saya bertanya di duga PPK nya justru jawabannya PPK lagi keluar makan disitulah saya kuat dugaan bahwa perekrutan ini direkayasa dan penuh dengan Nepotisme, Lanjutnya

Saya menyebut, seleksi TFL/Korkab BSPS 2021 di Provinsi Sulsel terindikasi titipan Anggota DPR RI Komisi V dan bahkan ada dugaan titipan pejabat Balai Oleh karena itu saya akan melaporkan ke aparat penegak hukum, DPRD Provinsi yang membidangi ini untuk dilakukan klarifikasi dan juga saya tembusi kepada beberapa LSM dikota Makassar dan Lembaga pemerhati Masyarakat lainnya untuk mengawal laporan saya

Dan yang menyita banyak kontroversi tentang subtansi dan prosedural prekrutan/penentun hasil EVKIN yang tidak transparan dan akuntabel termasuk kompetensi dan kualitas calon TFL dan KORKAB

Begitupula justifikasi terkait dengan umur Calon TFL dan Calon KORKAB yang semestinya tidak kesampingkan karena dalam juknis/surat edaran Dirjen tentang persiapan rekrutmen fasilitator TA.2021 memberi kelonggaran bagi yang memiliki evaluasi kinerja baik dan berpengalaman di program pemberdayaan lainnya. Dengan penegasan inilah bisa di simpulkan apabila hasil rekrutmen fasilitator TA.2021 tidak mengikuti aturan yang sebenarnya maka dapat dipastikan itu cacat prosedural dan memunculkan kesan tidak profesional menjalankan amanah termasuk intervensi negatif dari kelompok yang ingin memuluskan dan memaksakan kehendak mereka dengan menabrak rambu rambu yang ada.

“Saya tidak cemburu dengan diterimanya TFL lainnya, tapi saya punya hak untuk ikut serta dan saya juga siap tidak lolos asal perekrutannya benar benar Transparan dan akuntabel serta tidak Nepotisme, Tutupnya.(*)

Andi Muhammad Fadli