banner dprd mkassar
Barru  

SFV BRPBAPPP Desa Ajakkang Adakan Pelatihan Pembuatan Probiotik Rica dan Bak Fiber

pemprov sulsel

SUARACELEBES.COM, BARRU – Kegiatan Peningkatan Kompetensi SDM Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Sektor KP Tahun 2023 melalui Pelatihan Pembuatan Probiotik Rica dan Pembuatan Bak Fiber bagi Kelompok Budidaya Udang dan Bandeng di Balai Kantor Desa Ajakkang, Kabupaten Barru, Kamis (08/06/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubbag Umum BRPBAPPP Maros dan Plt. Camat Soppeng Riaja sekaligus Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barru yang juga membuka Acara.

Dalam acara tersebut, turut hadir Tim SFV BRPBAPPP Desa Ajakkang Muhammad Yusuf, S.Sos, M.Si, Muhammad Rifky, Narasumber Ir. Muharijadi Atmomarsono, M.Sc, Muhammad Rusli, Yakop, Sekretaris Desa Ajakkang, Penyuluh Perikanan Kabupaten Barru, dan Perwakilan Kelompok sekaligus sebagai Peserta Pelatihan.

Agenda prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan 5 (lima) kebijakan ekonomi biru antara lain:
1. Target perluasan kawasan konservasi 30% dari seluruh wilayah perairan indonesia.
2. Penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota berdasarkan zonasi.
3. Pembangunan budidaya laut, pesisir dan darat yang berkelanjutan.
4. Pengawasan dan pengendalian kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.
5. Pembersihan sampah plastik di laut melalui Gerakan partisipasi Nelayan atau “Bulan Cinta Laut”.

Penyuluh Perikanan sebagai wakil KKP di lapangan dan garda terdepan pembangunan KP memiliki peran penting khususnya melalui dukungan kegiatan penyuluhan dan pendampingan pelaku utama dan usaha KP.

Penyuluh perikanan dalam pendampingan pembudidaya ikan, nelayan, pengolah/pemasar ikan dan petambak garam di lapangan diharapkan dapat mencerahkan (enligtening), dan memperkaya (enrichment) dengan informasi iptek, akses permodalan, akses pemasaran, dan akses sumber daya lainnya. Selain itu peran Penyuluh Perikanan dalam memberdayakan (empowerment) pelaku utama dan pelaku usaha kelautan dan perikanan.

Sistem penyuluhan diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan, sementara peran strategis Penyuluh Perikanan kita ketahui juga diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan lain seperti Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 juncto Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan dimana pengembangan sumber daya manusia dilakukan melalui pendidikan, pelatihan dan penyuluhan perikanan.

Sedangkan Undang-Undang No 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam dimana Penyuluh Perikanan memberikan layanan penyuluhan dan pendampingan bagi nelayan, pembudidaya ikan, pengolah/pemasar ikan dan petambak garam.

Pelaksanaan kegiatan SFV Desa Ajakkang Kabupaten Barru mengacu pada Peraturan Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KP Nomor 38 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Smart Fisheries Village (SFV) UPT dan Desa.

Kemudian, dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Nomor 156 Tahun 2023 Tentang Penetapan Lokasi Desa Perikanan Cerdas (Smart Fisheries Village) Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Tahun 2023.

Dalam rangka meningkatkan Kompetensi SDM pelaku utama dan pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan melalui peningkatan SDM dan penguatan kelembagaan kelompok perlu melakukan Pembinaan dan Pendampingan pelaku utama dan pelaku usaha sektor KP melalui Pelatihan pengaplikasian Probiotik Rica untuk Budidaya Udang dan Bandeng dan Pembuatan Bak Fiber sebagai saran usaha pengelondongan dalam rangkan mendukung Program SFV Desa dari aspek Produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Desa.

Smart Fisheries Village (SFV) merupakan salah satu program prioritas BRSDM dengan konsep pembangunan desa perikanan dan satuan kerja yang berbasis pada penerapan benih unggul, teknologi informasi komunikasi dan manajemen tepat guna keberlanjutan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa khususnya Desa Ajakkang.

Salah satu role model pelaksanaan SFV Desa adalah BRPBAPPP Maros telah ditetapkan sebagai salah satu penanggung jawab SFV berbasis Desa dengan fokus pengembangan budidaya air payau dengan pengembangan potensi SDM dan SDA yang ada di Desa Ajakkang.

Dalam sambutannya, Kadis Perikanan Barru Charlly R Fischer, S.Ip, M.Si mengatakan kehadiran Program SFV Desa Ajakkang perlu di syukuri oleh Masyarakat Kabupaten Barru khususnya Masyarakat Desa Ajakkang.

“Hal itu karena kegiatan ini mampu memberikan dampak positif khususnya dalam peningkatan produktivitas hasil panen udang dan bandeng sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat pendapatan ekonominya,” tuturnya.

Pemkot Makassar

Call Center PU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *