ACC Sulawesi : Kejaksaan Takut Jerat Dirut PD Pasar Rahim Bustam

PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi kini menyoroti kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar dalam perkara kasus pungutan liar (Pungli) yang telah menjerat Kepala PD Pasar Pa’baeng-baeng Bagian Timur, Laisa Nanggong.

Kepala Badan Investigasi dan Data ACC Sulawesi, Wiwin Suwandi, Laisa dalam kapasitasnya sebagai terpidana yang memberikan keterangan pasca diputus oleh pengadilan sudah sangat jelas dijadikan sebagai fakta dan acuan hukum untuk mengembangkan kasus dan menjerat aktor lain yakni Kepala PD Pasar Raya, Rahim Bustam.

“Yang disebutkan oleh para saksi termasuk tersangka Laisa disertai dengan bukti persidangan, itukan disebut sebagai fakta persidangan. Nah, itu seharusnya sudah menjadi kewajiban penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan untuk menindaklanjuti dengan cara mengembangkan penyelidikannya ke aktor lain yang diduga terlibat dalam perkara ini,” jelas Wiwin

Kejaksaan sebelumnya juga telah menegaskan bahwa untuk mengembangkan kasus ini mesti ada fakta persidangan telah terungkap, dari keterangan tersangka Laisa.

Kejaksaan bahkan meminta agar Laisa menjadi Justice Collaborator dalam upaya pengungkapan kasus ini. Hanya saja sejauh ini bahkan setelah fakta-fakta dalam persidangan terungkap untuk menjerat Rahim Bustam, Kejaksaan justru tak lagi menanggapi permintaan itu.

“Nah, di situ memang problemnya, karena dari awal kita sudah duga bahwa kasus ini memang sengaja dibonsai (dikerucutkan) ke tersangka Laisa saja. Jaksa kelihatan sekali dia, mengerucutkan peran para aktor yang terlibat supaya olah bolanya kemudian tidak lari ke Rahim Bustam,” ujarnya.

Lebih lanjut, sedari awal menurutnya tidak mungkin seorang Kepala PD Pasar, Rahim Bustam tidak mengetahui. Minimal informasi terkait pungli tersebut diketahui dan langsung menindaklanjuti dengan cara menghentikan perilaku pelanggaran itu.

“Dengan itu kami yakin bahwa Rahim Bustam diduga kuat memang terlibat dalam kasus ini. Setidak-tidaknya dia mengetahui informasj bahwa ada praktik begini, tapi dia malah membiarkan. Itulah yang mesti ditelusuri oleh Kejaksaan,” urainya

Menanggapi hal tersebut, Kasi Intelijen Kejari Makassar, Andi Alham mengaku pada dasarnya siap melakukan pengembangan penyidikan guna menindaklanjuti putusan hakim tersebut.

“Kita segera mempelajari putusan. Kalau memang faktanya jelas, kita kembangkan, melakukan penyelidikan baru untuk menjerat tersangka selanjutnya,” tegas Alham.

Sebelumnya, Kepala Unit Pasar Pabaeng-baeng Timur, Laesa A Manggung, divonis tiga tahun penjara dan tetap ditahan atas perbuatannya memuluskan penjualan lods pasar Pabaeng-baeng, mempergunakan jabatannya mengajukan surat penambahan potensi penambahan lods sebanyak 33 lods, dengan ukuran 2 x 2 meter kepada Direktur PD Pasar Makassar Raya, Rahim Bustan.

Laesa juga menetapkan sewa yang dan menaikkan tarif berkali kali lipat kemudian disewakan kepada tujuh orang penyewa. Ketujuh penyewa juga telah membayar tarif sewa lods melebihi harga ketetapan, yang seharusnya total pembayarannya hanya Rp87 juta, namun membengkak sebesar Rp96.4 juta sehingga total tarif sewa menjadi Rp185 juta.

Andi Muhammad Fadli
Gerinra Sulawesi Selatan