SAKSI Gorontalo Gelar Buka Puasa Bersama, Pemaparan Hasil Monitoring Sidang Tipikor

PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, GORONTALO –
Tim Monitoring Sidang Sekolah Anti Korupsi (SAKSI) Gorontalo melaksanakan Diseminasi Hasil Monitoring Sidang Perkara Gorontalo Outer Ring Road dirangkaikan dengan Buka Puasa Bersama di Cafe & Resto d’QTA Aja Kota Gorontalo (9/5/2021).

Kegiatan diseminasi mulai dibuka oleh Fitri Dacosta selalu Moderator kegiatan yang diawal mulai memperkenalkan Tim Monitoring Sidang yakni Ketua Tim Jupri, SH.MH dan Anggota Nandar Pakaya, SH dan Rian Antuntu. Dimana kegiatan pemantauan atau monitoring dilakukan pada tanggal 5 Februari sampai tanggal 27 April 2021.

Selaku ketua Tim Monitoring Sidang, Jupri, SH.MH pemaparan hasil monitoring sidang dengan latar belakang dilakukannya pemantauan yakni Pertama, merupakan program kerja Sekolah Anti Korupsi (SAKSI) Gorontalo yang setiap tahun melakukan kajian, riset dan monitoring persidangan.

“Dimana akhir tahun kemarin melakukan Eksaminasi Putusan Perkara Obstruction of Justice kerjasama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI). Sedangkan diawal tahun 2020 melakukan riset implementasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) di Kota Gorontalo kerjasama dengan Transparency International Indonesia,” kata Jufri

Lanjut kedua, perkara GORR ini sangatlah menyita perhatian publik. Terakhir, banyaknya simpang siur informasi perkara GORR. Sehingga dianggap perlu untuk mengikuti langsung persidangan guna melihat fakta-fakta persidangan.

Shalsha Amiruddin selaku Ketua Panitia Diseminasi megatakan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi ilmiah yang telah dikembangkan oleh Sekolah Anti Korupsi (SAKSI) Gorontalo beberapa tahun terakhir.
Tujuannya adalah agar tidak terjadi bias informasi terkait pengungkapan kasus Gorontalo Outer Ring Road.

“Alhamdulillah tugas pemantauan kami telah selesai dan sudah sampai ke tahap Diseminasi Hasil Monitoring yang tentunya memberikan informasi kepada publik bahwa inilah fakta-fakta persidangan. Salah satunya berdasarkan fakta-fakta persidangan yang terbukti itu pembayaran dobel Rp. 53 juta jadi bukan Rp. 43 Miliar sebagaimana pemberitaan sejumlah media,” ujar Shalsha Amiruddin

Adapun yang hadir dalam kegiatan inilah adalah dari unsur akademisi yakni dosen Universitas Ichsan Gorontalo, Universitas Negeri Gorontalo, IAIN Sultan Amai Gorontalo dan Universitas Pohuwato Kampus Boalemo. Selain itu, perwakilan NGO, OKP, LBH Wahana Keadilan, Praktisi Hukum, LBH Yadikdam dan mahasiswa. (Rama)

Pemkot Makassar SC