Dana Bansos Sulbar Dibawa Lari DPO Cantik Ini

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) kembali merilis satu orang tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial Provinsi Sulawesi Barat. Buron tersebut bernama Andi Tenri Nur Irmawati, yang perannya sebagai perantara Biro Keuangan Pemprov Sulbar dengan Perusahaan CV Gerbang Cipta Solusi.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin menerangkan bahwa dalam kasus ini Andi Tenri menerima langsung dana bantuan tersebut yang peruntukannya dalam bentuk pelatihan berbasis informasi dan teknologi dalam hal pengadaan sistem pelatihan implementasi keuangan yang dilaksanakan di Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Mamuju Utara pada tahun 2007. Adapun dana yang raib di tangan Andi Tenri sekitar 1,2 Milyar rupiah.

“buron ini menjadi perantara antara biro keuangan dan perusahaan, namun pada kenyataannya anggaran keluar tapi pelatihan tidak terlaksana. Prosedurnya pun rancu, seharusnya dana tersebut ditransfer ke perusahaan yang bersangkutan, namun diterima oleh buron secara langsung atau cash,” ucap Salahuddin.

Melalui Salahuddin juga diketahui bahwa Andi Tenri tidak pernah mengikuti proses penyidikan, bahkan untuk melacak keberadaan buron ini, penyidik kesulitan. Sehingga, pihak Kejaksaan meminta kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan buron cantik ini, agar melaporkannya ke polisi atau kejaksaan negri terdekat.

“kita kehilangan jejak, karena buron ini tidak pernah mengikuti proses penyidik sekalipun, namun kita tahu bahwa domisili terakhirnya berada di Makassar. Sehingga, kami meminta kepada siapapun yang mengetahui keberadaannya untuk menangkap dan melaporkannya,” tegas Salahuddin.

Kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial Provinsi Sulawesi Barat ini, berhasil diendus pihak kejaksaan pada tahun 2007, dan telah menyeret dua orang pejabat pemerintah, yakni Samiran selaku Kepala Biro Keuangan Pemprov Sulawesi Barat dan Bendaharanya, Taufik. Keduanya kini telah berstatus terpidana dan tengah menjalani masa hukumannya. (SEN)

PEMKOT-Makassar