Kejati Sulselbar Menyidik, Malah Polres Pinrang Yang Menetapkan Tersangka

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Beras Fiktif di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan sedikit mengalami hambatan. Pasalnya, pihak dari Kepolisian Resort Kabupaten Pinrang mengaku juga menyidik kasus yang sama, bahkan telah menetapkan tersangka.

Dugaan korupsi beras fiktif ini diselidiki oleh pihak kejaksaan sejak pertengahan oktober lalu. Indikasi kuat adanya perbuatan melawan hukum berupa tindak pidana korupsi dalam pengadaan beras sebanyak 800 ton ini berhasil ditemukan, sehingga kasus tersebut ditingkatkan ke penyidikan.

Kasi penerangan hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin menegaskan bahwa pihaknya terus bekerja dengan berpedoman pada surat perintah penyidikan yang telah dikeluarkan. Terkait adanya penetapan tersangka yang dilakukan oleh Polres Pinrang, ia mengaku akan berkordinasi dengan penyidik dari pihak kepolisian.

“yang jelas saya tegaskan tidak ada yang namanya berbenturan, kami akan kordinasi. Yang jelas tujuannya satu yaitu penegakan hukum, dan kami di kejaksaan masih terus mendalami kasus tersebut,” tegas Salahuddin.

Sebelumnya, pihak kejaksaan berhasil mengendus adanya dugaan korupsi yang terjadi dalam proyek pengadaan beras di gudang penyimpanan bulog, Lamajakka I, Kecamatan Mattirobulu, Kabupaten Pinrang, sebanyak 800 ton. Berdasarkan temuan penyidik, anggaran untuk pengadaan beras tersebut dikorupsi, pasalnya beras yang seharusnya berada di gudang penyimpanaan sama sekali tidak pernah ada atau fiktif.

Kejaksaan belum lama juga telah melakukan penggeladahan digudang penyimpanan beras dan kantor Bulog Kabupaten Pinrang. Sejumlah dokumen yang dianggap berkaitan dengan dugaan tindak korupsi ini telah disita penyidik. Namun anehnya, saat kejaksaan tengah menjalankpan proses penyidikan, pihak dari Polres Kabupaten Pinrang justru telah menetapkan Kepala Gudang Semi Permanen (GSP) Bulog Lamajakka I, Kabupaten Pinrang , Muhammad Sidik sebagai tersangka dalam kasus yang sama. (SEN)

PEMKOT-Makassar