Sekda Parepare Sikapi Kelangkaan dan Lonjakan Harga Gula

Pemkot Makassar SC
BAPENDA Makassar SC

SUARACELEBES.COM, PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare bereaksi menyusul melonjaknya harga gula kristal atau biasa disebut gula pasir, yang diperparah dengan semakin langkanya salah satu kebutuhan pokok penting tersebut di pasaran.

Sekretaris Kota Parepare, Iwan Asaad mengatakan, kemungkinan yang dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi gejolak kelangkaan dan mahalnya gula pasir, dengan meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) melakukan operasi pasar.

“Karena setahun kami, Bulog tak sebatas menyediakan beras, tapi juga gula serta bahan pangan lainnya, yang mengalami peningkatan harga dan penyediaan stok gula serta pangan lainnya,” papar Iwan.

Terkait hal itu, kata Iwan lagi, juga akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait, termasuk  para suplier yang ada.P Persoalan kenaikan harga dan kelangkaan gula, jelas Iwan, harus dibicarakan lintas sektor, di bawah koordinasi Asisten 2 yang nantinya akan ditugaskan bersama Bagian Ekonomi.

Ditanya soal ada tidaknya anggaran khusus untuk mengantisipasi gejolak kenaikan kebutuhan pokok penting, Iwan mengatakanm sejauh ini belum ada. “Andai saja kita punya dana untuk itu, maka yang perlu diperhatikan juga adalah terkait kelangkaan barangnya,” jelasnya.

Iwan menambahkan, pihaknya juga telah memerintahkan dinas terkait dalam hal ini Kadis Perindag dan dan Kabag Ekonomi, di bawah koordinasi Asisten 2, untuk segera menggelar rapat bersama lintas sektor untuk solusi lebih lanjut terkait kelangkaan dan melonjaknya harga gula.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perdagangan Parepare St Rahma mengatakan, anggaran yang ada saat ini sebatas anggaran operasional sebesar Rp10 juta yang biasa digunakan saat momen kelangkaan gas LPG, berkolaborasi dengan agen untuk menyalurkan ke 22 kelurahan pada empat kecamatan.

Adapun anggaran subsidi, pun diperuntukkan pasar murah yang rutin digelar saat ramadan, jelang hari raya. “Sasarannya bukan untuk subsidi bahan pokok penting saat mengalami lonjakan harga, seperti yang terjadi saat ini. Yakni lonjakan harga gula,” urainya.

Rahma menambahkan, pihaknya berharap, ke depan ada anggaran khusus yang disiapkan pada Disnas Perindag, untuk mengendalikan inflasi saat tiba-tiba terjadi kelangkaan dan lonjakan harga kebutuhan pokok penting. “Minimal mensubsidi masyarakat, sehingga mendapatkan harga minimal setara HET atau dj atas toleransi pasar, dengan bekerjasama provinsi, mencari pemasok termurah,” tandasnya.(*)

Perumda Parkir Makassar
Pangkep SC