Dua SMA Ternama Makassar Diduga Lakukan Pungli

Kasi Pidana Khusus Kejari Makassar, Sri Suryanti Malotu

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri ternama di Makassar terindikasi terlibat korupsi pungutan liar (pungli) penerimaan siswa baru tahun ajaran 2016.

Kasi Pidsus Kejari Makassar, Sri Suryanti Malotu mengatakan pengusutan dugaan tersebut kini ditangani penyidik Tindak Pidana Korupsi (Pidsus) di tingkat penyelidikan.

“Masih ditangani dipenyelidikan. Dugaan pungli di SMA Negeri 1 Makassar dan SMA Negeri 5 Makassar,” ujar Sri kepada KORAN SINDO, Senin, 6 Februari.

Sri mengatakan dugaan awal pungli yang terjadi yaitu adanya penambahan bangku oleh masing-masing sekolah. Penambahan bangku ini diduga tidak melalui mekanisme pendaftaran yang seharusnya berlaku yakni pendaftaran secara online.

Sekolah lanjut Sri diduga juga memanipulasi data laporan pendaftar siswa sehingga ada perbedaan siswa yang masuk. “Tetapi nantilah, biarlah dulu penyelidik bekerja,” tambah Sri.

Dugaan perbuatan melawan hukum ini diketahui terjadi setelah adanya perbedaan laporan siswa baru yang diterima kedua sekolah. Seperti laporan siswa baru SMA Negeri 1 sebanyak 294 siswa berdasarkan data yang diterima operator Telkom.

Padahal berdasarkan fakta, siswa baru yang diterima adalah 396 siswa. Sehingga terdapat selisih 102 siswa yang tidak dilaporkan atau didaftar secara offline. Penerimaan ke 102 siswa itu diduga terjadi secara liar dan dikenai pungutan secara liar.

Modus yang sama juga terjadi di SMA Negeri 5 Makassar. Pihak SMA Negeri 5 Makassar hanya melaporkan 12 kelas berisi 36 siswa tiap kelasnya ke operator Telkom. Tetapi faktanya terdapat tambahan 3 kelas berisi masing-masing 36 siswa yang juga didaftar secara offline.

Untuk pungli yang terjadi di kedua sekolah, siswa yang didaftar secara offline itu diduga dikenai tarif yang dibungkus sumbangan sebesar Rp50 hingga Rp10 juta per siswanya.

Menguatkan pernyataan Kasipidsus Kejari Makassar, Pelaksana tugas Kepala kantor Kejari Makassar, Hery Jerman menegaskan bahwa penyelidikan akan segera membuahkan hasil dan akan ada perkembangan terkait dugaan pungli didua sekolah ternama tersebut.

“masih penyelidikan, sebentar lagi ada perkembangan,” ujar Hery singkat

PEMKOT-Makassar