Kejati Sulselbar Hentikan Kasus Dugaan Korupsi Syahruddin Alrif ?

Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kasus dugaan Korupsi Pengadaan Sarana Pembelajaran oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo senilai Rp. 1,1 Milyar, yang melibatkan legislator sekaligus sekretaris Partai Nasdem SulSel, Syahruddin Alrif dinyatakan tidak menimbulkan kerugian negara. Hasil ini sesuai dengan pendapat Inspektorat Sulawesi Selatan yang digandeng oleh Kejaksaan Tinggi Sulselbar sebagai Tim Ahli dalam kasus ini.

Meski demikian, pendapat inspektorat ini tidak serta merta menghentikan proses penyidikan kasus ini. Tim penyidik saat ini masih mengkaji hasil audit inspektorat tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Hidayatullah.

“itu ada auditnya tuh dari inspektorat katanya gak ada kerugian negara, tetapi nanti dulu. biar tim kaji dulu”. ujar Hidayatullah.

Selanjutnya, sambil menunggu tim mengkaji hasil audit inspektorat. Pihak Kejaksaan akan mempertimbangkan kemungkinan untuk menggandeng tim ahli lain untuk melakukan audit.

Hidayatullah juga menegaskan bahwa posisi kasus ini masih ditingkat penyidikan dengan tiga tersangka, yakni Sekretaris DPW Partai Nasdem, Syahruddin Alrif yang berperan sebagai direktur cv. istana ilmu, Ketua Panitia pengadaan, Abdul Razak, dan Pejabat Pembuat komitmen, Panaco.

Syahruddin Alrif diduga ikut terlibat dalam upaya penggelembungan dana pengadaan proyek pembelajaran Dinas Pendidikan Kab. Wajo tahun 2011. Dimana, dalam proyek ini, Legislator Nasdem tersebut bertindak sebagai Direktur Perusahaan yang memenangkan tender.

Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah, Kasi Penerangan Hukum, Salahuddin menerangkan bahwa saat ini tim penyidik belum akan menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan. Penyidik masih akan mencari celah untuk membuktikan adanya perbuatan melawan hukum yang terjadi didalamnya.

“tidak dihentikan, tim masih berupaya mencari cela untuk membuktikan kasus ini.” ujar salahuddin. (SEN)

Andi Muhammad Fadli