SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Keluhan warga terkait banjir bandang 13 juli 2020 lalu telah mendapat respon dari DPRD Sulawesi Selatan. Sudah satu tahun lebih pasca terjadinya bencana masyarakat masih merasakan banjir, hal ini di sebabkan karena tingginya aliran sungai daripada pemukiman warga bantaran sungai.
Jumat, (13/08/2021) warga korban banjir telah menghadiri rapat dengar yang di pimpin Fajriati wakil ketua komisi B, Hadir juga, Husmaruddin, dan Andi Syaifuddin Patahuddin. Sebagai perwakilan dapil.
Masyarakat korban banjir yang hadir dalam RDP tersebut meminta pihak yang terkait untuk serius dalam penanganan normalisasi.
“Akar masalahnya ada pada pasir sungai, kalau mau masalahnya selesai maka harus di lakukan pengerukan,” tegas Usman parman Selaku koordinator Korban banjir
Disisi lain jubir perwakilan juga menegaskan bahwa “sedimen pasir ini sdh dekat dengan jembatan. Jadi kalau ini di biarkan maka akan berdampak lebih besar ketika banjir” ungkap Madehang
Seperti yang di ketahui bahwa jarak antara dasar sungai dan jembatan yang dulunya berjarak +- 8-10 Meter setelah banjir hanya berjarak 1 meter.(*)



