Hakim Tipikor Desak Jaksa Hadirkan Tersangka DPO Kasus Korupsi Pengembangan Budidaya Kacang Kab Wajo

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Sidang dugaan kasus korupsi dana bantuan sosial pengembangan aneka budidaya kacang dan umbi, Kabupaten Wajo Tahun 2013  yang melibatkan kadis pertanian Kabupaten Wajo, Ide Bagus Putu  Artana Cs, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Makassar, Selasa (13/12/2016)

Dalam sidang  yang dimpimpin majelis hakim  Suparman Nyompa ini, menghadirkan tujuh orang saksi dari ketua kelompok tani, Kecamatan Kee’ra.

Saksi Ambo Sakka mengungkapan dalam persidangan, bahwa dirinya telah mencairkan dana bantuan  dari rekeningnya di Bank BRI Kee’ra sebesar Rp 42. 600.000.

“setelah saya ambil uang itu, kemudian saya kasih Ondong kemudian Ondong Kasih Saya Rp. 15 Juta,” ungkap Ambo Sakka di Persidangan.

Ondong dalam kasus ini juga telah ditetapkan sebagai tersangka, Namun Tersangka Ondong melarikan diri, Ia pun kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejari Wajo.

Menurut Majelis Hakim Keterlibatan Ondong dalam kasus ini sangat besar. Karena dari beberapa saksi yang dihadirikan dari persidangan ini  menunjuk Ondong yang mempunyai peran dalam melakukan pemotongan dana bantuan tersebut. “saya minta jaksa agar mencari Ondong dan menghadirkannya dipersidangan ini, karena dia punya peran yang sangat peting” Tegas Ketua majelis hakim Suparman Nyompa.

Bahkan majelis hakim meminta sejumlah saksi agar membatu jaksa mencari tahu dimana keberadaan Ondong.

Dalam kasus ini seperti yang  terungkap di persidangan, tidak hanya terjadi pemotongan dana bantuan.  Bahkan  dalam kasus ini, dua orang saksi dari ketua kelompok tani Nurdin dan Syamsul Bahri mengaku  tidak tahu jika ada dana bantuan untuk kelompok tani. Namun namanya masuk sebagai penerima bantuan tersebut.

Keduanya pun membantah jika dirinya pernah melakukan tanda tangan untuk pencairan anggaran. Ia  menyebut bahkwa tanda tangannya dipalsukan.

“Bukan tanda tangan saya itu yang ada didokumem, saya tidak pernah melakukan tanda tangan atau menerima uang bahkan saya tidak pernah mengajukan berkas permohonan bantuan” jawab Nurdin di depan majelis hakim

“Seandainya tidak ada panggilan dari kejaksaan saya tidak tahu  ada kasus seperti ini”,tambahnya di depan majelis hakim.

Seperti diketahui dalam kasus korupsi dana bantuan sosial pengembangan aneka budidaya kacang dan umbi, Kabupaten Wajo Tahun 2013 ini mengakibatkan kerugian negara sebesar 2.1. Anggaran ini diperuntukkan untuk 50 kelompok tani di Kecamatan Kee’ra, setiap kelompok tani menerima sebesar, Rp 42. 600.000.(*)

 

 

PEMKOT-Makassar