Cuaca Ekstrim, Pemda Sidrap Siapkan Dana 5 Miliar Untuk Bencana Alam

SUARACELEBES.COM, SIDRAP – Cuaca ekstrim melanda sejumlah wilayah Sulawesi Selatan Akhir-akhir ini. Untuk  mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap  mengimbau kepada warga Sidrap, khususnya yang berada di pesisir danau Sidenreng seperti di Kelurahan Wette’e, Ale Salewo, Teteaji, dan Mojong agar tetap waspada jika ada bencana puting beliung susulan.

Hal itu kemungkinan besar akan terjadi kembali mengingat saat ini cuaca ekstrim masih saja terjadi di wilayah Ajatappareng.

“Di wilayah Ajatappareng ini, termasuk Sidrap, sangat berpotensi kembali terjadi bencana alam seperti angin kencang, banjir, tanah longsor, dan hujan disertai petir,” kata Kepala BPBD Sidrap, Siara Barang, Selasa (15/11/2016)

Sebelumnya angin puting beliung menerjang dua lingkungan di Kelurahan Wette`e, Kecamatan Panca Lautang, yakni masing-masing Lingkungan Orai` Salo dan Lingkungan Cilellang, Sabtu (13/11/2016) lalu

Siara menambahkan, sebagian warga korban puting beliung di Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang, saat ini masih banyak yang bertahan di rumah mereka masing-masing meskipun tanpa atap. Sebagian pula mengungsi ke rumah tetangga dan sanak saudaranya.

BPBD Sidrap kini telah menyediakan dapur umum dan air bersih di lokasi bencana. Sementara itu, pihaknya masih terus melakukan pendataan tingkat kerugian material untuk selanjutnya diajukan pencairan anggarannya.

“Tahun ini, Pemkab Sidrap menyediakan dana tak terduga sebesar Rp 5 Miliar yang bisa digunakan kepada korban bencana alam, termasuk untuk korban puting beliung yang terjadi di Kelurahan Wette’e dengan merusak sekitar 54 rumah warga pada Sabtu sore lalu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ungkapnya.

Upi, salah seorang korban puting beliung, mengaku dirinya masih memilih bertahan di rumahnya meskipun sudah tidak memiliki atap. “Ya, sudah dua malam kami tidur di sini tanpa atap rumah. Beruntung sejumlah relawan termasuk pemda dan DPRD Sidrap memberikan bantuan tenda dan sembako,” katanya.

Menurutnya, banyak barang-barang berharganya yang rusak akibat terjangan puting beliung. Hanya beberapa sebagian saja yang bisa diambil.

Sementara, Sekretaris BPBD Sidrap, Sultan Rakib, mengatakan, dalam penanganan musibah dan bencanah memiliki prosedur tetap (protap) mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, bahkan provinsi, hingga nasional. Tergantung eskalasi dan bencana yang ada.

Kejadian di Wette’e itu, katanya, merupakan kejadian terbesar setelah kejadian serupa pada tahun 2012 silam lalu. Dimana saat itu Wette’e ini juga pernah mengalami musibah besar puting beliung yang meluluh lantakkan sebanyak 47 rumah rata dengan tanah dan 5 orang dinyatakan meninggal dunia.

“Tahun ini, puting beliung sudah dua kali terjadi. Pusaran angin raksasa ini pertama kali turun di persawahan depan SPBU Wala, Kecamatan Maritenggae. Tidak ada kerusakan dan korban jiwa pada saat itu. Kedua kalinya di Kelurahan Wette’e yang meluluh lantakkan puluhan rumah,” Jelasnya

Berdasarkan data BPBD Sidrap mulai Januari hingga Oktober lalu, sudah tujuh kali bencana terjadi bencana alam seperti banjir dan puting beliung dengan kerugian berkisar Rp 361 juta. Itu belum termasuk kebakaran yang mencapai 11 kejadian.

 

PEMKOT-Makassar