Disidang, PT Angkasa Pura Logistik Kena Semprit KPPU Sulsel

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) perwakilan Sulawesi Selatan akhirnya menyidangkan perkara dugaan praktek monopoli PT Angkasa Pura Logistik, Rabu (15/11/2016). HasilĀ  investigasi yang dilakukan oleh tim investigator KPPU menemukan adanya dugaan pelanggaraN pasal 17 Undang-undang No. 5 Tahun 1999 terkait praktek monopoli dengan memberlakukan tarif eksesif atau diluar batas yang telah ditentukan kepada para pelaku bisnis bongkar muat cargo di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

PT Angkasa Pura dalam hal ini bertindak sebagai perusahaan yang menguasai tiga sektor bisnis sekaligus yaitu sebagai operator terminal kargo, Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU) dan Regulated Agent, ditengarai menyalahgunakan atau memanfaatkan posisinya sebagai operator terminal cargo untuk memberlakukan tarif eksesif tersebut. Dimana konsumen atau pelaku bisnis di bidang bongkar muat cargo harus dikenakan double charge pada pelayanan yang sama. Hal ini disampaikan oleh salah satu investigator KPPU, Denny Julian Rizakotta.

“pelanggarannya sangat jelas, karena posisi PT Angkasa Pura Logistik yang menguasai tiga sektor bisnis, sehingga muncullah perilaku ebuse atau memanfaatkan posisi monopolinya untuk mengenakan tarif yang lebih besar,” jelas Denny

Dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura Logistik ini telah tertuang dalam laporan hasil investigasi yang telah dibacakan dalam persidangan dengan agenda pembacaan laporan dan penyerahan hasil investigasi kepada Majelis Komisi yang dipimpin oleh Dr. Sukarmi, SH.MH

Persidangan akan dilanjutkan minggu depan, dengan agenda mendengarkan sanggahan dari pihak terlapor, yakni PT Angkasa Pura Logistik terhadap hasil laporan yang telah dibacakan.

“kita beri waktu satu minggu untuk menyusun dokumen sanggahan dari pihak terlapor,” Ucap Ketua Majelis Komisi, Dr. Sukarmi sekaligus mengakhiri sidang hari ini.

Sementara itu, pihak PT Angkasa Pura Logistik yang diwakili oleh Genia Sembada menyangkal adanya penerapan tarif eksesif tersebut. Ia menyebutkan bahwa tarif yang diberlakukan oleh pihak Angkasa Pura Logistik telah berdasar pada berita acara dan disusul oleh peraturan Mentri yang membolehkan mereka menentukan tarif dan mendapat keuntungan.

“Tarif ini pertamakali lahir berdasarkan berita acara, lalu disusul dengan peraturan menteri, bagaimana bisa dikatakan kami melakukan penetapan tarif dan mendapatkan keuntungan diluar perencanaan investasi, tapi saya kira kedepan semuanya akan kami paparkan dalam sanggahan kami,” tutupnya (SEN)

 

PEMKOT-Makassar