Ahli Bahasa Kasus Yusniar : Status Curhat Tidak Perlu Dibawa Ke Pengadilan, Musyawarakan Saja


SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik dengan terdakwa Yusniar kembali bergulir di Pengadilan Negri Makassar, Selasa 17 Januari 2017

Adapun agenda sidang hari ini ialah menghadirkan saksi Ahli. Kuasa Hukum terdakwa, Aziz Dumpa

menyebutkan bahwa saksi ahli yang dihadirkan hari ini ialah, Ahli ITE, Teguh Afriyadi dari Kementrian Komunikasi dan Informasi, dan Ahli Bahasa, Alwi Rahman dari Universitas Hasanuddin Makassar.

Berdasarkan fakta persidangan, saksi ahli ITE, Teguh Afriyadi menyebutkan bahwa Undang-Undang Informasi dan Transaksi Eletronik hanya bisa diterapkan jika status yang diunggah berupa status monotafsir, sementara status Yusniar tergolong multitafsir.

“Undang-undang ITE tidak bisa diterapkan pada sesuatu yang multi tafsir. Harus yang mono tafsir. Sementara statusnya Yusniar itu multi tafsir,” ujarnya di hadapan Majelis Hakim

Senada dengan Ahli ITE, Alwi Rahman yang merupakan saksi ahli bahasa juga menafsirkan bahwa status terdakwa hanyalah sebuah curahan hati yang tidak memenuhi unsur penghinaan.

“kontenya hanya curhat, sehingga kemudian disini tidak ada yang dihina. Kasus ini pula sebenarnya tidak perlu dibawa ke pengadilan. Cukup di musyawarahkan,” pungkasnya.

Sementara itu kuasa hukum Yusniar, Aziz Dumpa, usai persidangan mengatakan pekan depan pihaknya akan kembali menghadirkan saksi ahli.

“Pekan depan kami akan hadirkan saksi dari ITE lagi. Saksi ITE tersebut akan membahas soal teknis atau validasi bukti elektronik. Karena sampai sekarang Kami tidak pernah melihat bukti elektronik. Yang kami terima hanya bukti berupa screenshoot yang berisi status tersebut,” ungkapnya

 

PEMKOT-Makassar