Berkas Perkara Dugaan Penipuan Percaloan Mahasiwa Kedokteran Unhas Segera Rampung

Kasi Pidana Umum Kejari Makassar, Andi Usama
Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Berkas dua tersangka kasus penipuan berkedok percaloan mahasiswa baru Universitas Hasanuddin (Unhas) telah berada di tangan dua orang jaksa peneliti Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Makassar, Andi Usama mengatakan telaah dan penelitian berkas dilakukan selama tujuh hari kedepan. Selanjutnya jaksa akan mengambil sikap.

“Insya Allah pekan ini atau paling lambat pekan depan kami akan menentukan sikap. Apakah P21 atau masih P19, kalau masih ada yang kurang tentu kami kembalikan lagi ke penyidiknya,” ujar Usama

Usama mengatakan penelitian yang dilakukan jaksa terkait kesesuaian berkas, barang bukti dan unsur kelengkapannya. Adapun jika jaksa masih merasa ada kekurangan, maka kata Usama, akan dikembalikan bersama dengan rekomendasi yang harus dilengkapi.

“Untuk saat ini kami menerima dua berkas atas nama Rahmatia dan Nurjanna Jalil. Sementara untuk tersangka Daud belum dilimpahkan ke jaksa peneliti,” tambah Usama.

Untuk Rahmatia dan Nurjannah Jalil, oleh penyidik dikenai Pasal 372 dan Pasal 378 KUHPidana atas perbuatannya yang dianggap menipu dan menggelapkan sejumlah uang hasil praktik pencaloan.

Nurjannah Jalil dan Rahmatia ditangkap pada Senin, 5 Desember 2016 lalu, setelah polisi mendapat laporan dari Unhas tentang dugaan penipuan masuk Fakultas Kedokteran Unhas.

Menurut keterangan Nurjannah, awalnya ia mengurus anaknya agar bisa masuk ke Fakultas Kedokteran Unhas. Ia meminta bantuan kepada seorang pegawai bernama Rahman, yang kemudian mengarahkannya ke Rahmatia, yang disebut-sebut panitia penerimaan mahasiswa baru.

Kepada Nurjannah, Rahmatia menyatakan masih ada kuota yang kosong yang selanjutnya ditanggapi Nurjannah dengan menyerahkan uang sejumlah Rp400 juta.

Tak kunjung mendapatkan tempat di Fakultas Kedokteran Unhas, Nurjannah selanjutnya melaporkan penggelapan uang tersebut. Berselang kemudian Nurjannah yang sebelumnya berstatus korban juga turut ditetapkan sebagai tersangka karena berperan sebagai pihak yang mencarikan calon mahasiswa lainnya atas tawaran Rahmatia.

Andi Muhammad Fadli