Pertama di Indonesia, Pemprov Sulsel Bangun Sekolah Vokasi Budidaya Pisang

Pemprov-Sulsel

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel akan membangun SMK Hortikultura Spesifik Budidaya Pisang di Kabupaten Bone. Pembangunan sekolah vokasi ini dianggarkan Rp15 miliar.

“Pak Kadis (Pendidikan Sulsel) sudah saya instruksikan siapkan uang Rp15 miliar tahun depan untuk membangun SMK Holtikultura Spesifik Pisang di Bone,” kata Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, saat menghadiri Launching Berjuta Bibit Pisang Cavendish, di Universitas Hasanuddin, Kamis, 16 November 2023.

“Kita juga bisa melahirkan miliarder pisang dari lulusan SMK, mereka cukup umur 19 tahun saja. Saya akan bikin SMK, Insya Allah tahun depan, satu-satunya dan pertama di Indonesia. Ada di Sulawesi, spesifik untuk budidaya pisang,” ujarnya.

Ia menuturkan, sejatinya dunia pendidikan, baik sekolah maupun kampus dapat melatih kemampuan bernalar untuk memperbaiki lingkungan alam dan mengubah untuk kemaslahatan serta kemanfaatannya untuk manusia.

Sementara, Kadis Pendidikan Sulsel, Iqbal Najamuddin, menjelaskan terkait rencana ini, untuk memastikan pengembangan budidaya pisang berkembang di Sulsel.

“Jadi konsepnya itu sekolah vokasi, tapi program studinya itu budidaya pisang sebagai program studi andalannya,” jelasnya.

Sekolah ini akan dibangun awal tahun 2024, dan lahannya sudah disiapkan. Selain memiliki ruang kelas, juga ruang prasarana prakteknya, laboratorium untuk kulturnya dan ada lahan untuk pembibitannya.

“Satu kompleks sekolah,” ujarnya.

Pisang cavendish ini punya nilai ekonomi bisnis yang bagus. Hadirnya SMK ini untuk mengawal bagaimana budaya pisang berkembang.

Lanjutnya, tenaga pengajar akan direkrut dari guru sesuai program studi yang ada dari latar belakang pertanian. “Dari latar belakang yang paham. Kami juga akan kerjasama dengan Unhas, karena di sini sudah berjalan,” ujarnya.

Hal yang telah dipersiapkan termasuk sosialisasi akan hadirnya sekolah vokasi ini.

“Bulan ini telah dipersiapkan informasinya akan ada sekolah ini. Sehingga sudah bisa melihat potensi siswa didik yang akan masuk untuk tahun 2024/2025. Karena sekolah ini dibangun tahun depan,” pungkasnya. (*)