Telan Anggaran Hingga 300 Miliar, Ternyata Lahan CPI Bersengketa

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel membangun mega proyek di kawasan Center Point Of Indonesia (CPI) yang sudah menelan biaya kurang lebih Rp300 miliar. Belakangan kawasan tersebut ternyata bermasalah hukum.

Hal ini diketahui pasca beredar informasi yang menyebutkan Pemprov Sulsel dan PT Yasmin Bumi Asri digugat dan dimenangkan oleh salah satu warga bernama Abdul Latief Makka, berdasarkan surat keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar nomor, 03/G/2015/P.TUN, bahwa tanah seluas 12 hektar yang berada di Kawasan CPI Jalan Metro Tanjung Bunga tersebut milik Abdul Latief Makka.

Hasil putusan tersebut beredar hingga ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, bahkan seluruh ketua fraksi DPRD Sulsel mendadak menggelar rapat tertutup di ruangan fraksi Golkar.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Kadir Halid membenarkan, dalam rapat dengan seluruh ketua fraksi membahas terkait dengan putusan tersebut.

“Kita juga kaget karena, lahan yang 12 hektar itu tiba-tiba bermasalah, dan diputuskan di Mahkama Agung bahwa pak Latief Makka yang menang,” kata Kadir.

Menurutnya, mega proyek CPI itu telah menelan anggaran kurang lebih Rp300 miliar, bahkan DPRD Sulsel telah menambah anggaran untuk CPI sebesar Rp91 miliar.

“Inilah yang harus dirapatkan oleh Banggar, bagaimana dengan anggaran Rp91 miliar yang sudah terlanjur disahkan, sementara Pak Gubernur selalu bilang kalau tanah yang 12 hektar itu sudah ada sertifikatnya, tetapi kenapa muncul hal seperti ini, coba perlihatkan sertifikatnya,” tambahnya. (SO)

PEMKOT-Makassar