Tingkatkan Pendapatan Petani, Ini yang Dilakukan Pemkab Wajo

PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Pemerintah kabupaten Wajo terus mengenjot peningkatan pendapatan petani, selain aktif menggerakkan produktifitas lahan melalui program pencetakan sawah, embung-embung dan pembentukan jaringan irigasi, pemerintah juga aktif melestarikan kegiatan tudung sipulung (musyawarah tani) secara rutin dan berkesinambungan.

IMG_3619

Seperti dilaksanakan pada Sabtu (18/03/ 2017), Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru membuka acara tudang sipulung musim tanam april – september 2017 di Desa Talotenreng kecamatan Sabbangparu.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pencanangan gerakan tanam cabe dan bawang (gerta babe) tingkat kabupaten Wajo.
Hadir dalam acara diantaranya perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel, BMKG Sulsel, Wakil Ketua DPRD bersama Forum Kominda Wajo, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Wajo dan beberapa tamu undangan lainnya.

Disela acara Bupati mengungkap, kegiatan musyawarah tani menjadi acuan bagi petani untuk menentukan pola tanam. Dengan musyawarah itu pula diharap kepada seluruh kelompok tani untuk taat dan menghindari pantangan pola tanam yang telah disepakati.

Di Wajo, kata Bupati, dari 99.720 hektare luas lahan persawahan, terdapat sawah berpengairan tekhnis seluas 29.602 hektare dan sawah tadah hujan seluas 70.118 hektare.

“Nah, sawah tadah hujan inilah yang harus dimusyawarahkan melalui tudang sipulung, pola tanam seperti apa yang tepat untuk kita terapkan pada musim tanam kali ini”, ujar Bupati.

Lanjut Bupati penyandang penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) 2016 ini menerangkan, bahwa untuk mendukung produktifitas lahan, khususnya lahan tadah hujan, pemerintah daerah telah memprogramkan handtraktor bersubisidi sebanyak 3.166 unit, dan menggerakkan pembangunan infrastruktur lainnya seperti ; pembangunan embung-embung, ketersediaan pompa air, perintisan jalan usaha tani dan pembentukan jaringan irigasi.

“Program ini dimaksudkan untuk mendukung percepatan pengolahan lahan, utamanya lahan tadah hujan, sehingga curah hujan yang relatif singkat dapat dimanfaatkan dengan baik”, terang Bupati. (*)

Gerinra Sulawesi Selatan