Gubernur SYL Heran Munculnya Sertifikat di Lahan CPI

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. (int)

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) kembali dipusingkan dengan adanya kasus muncul kepemilikan sertifikat lahan di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) seluas 12 hektar.

Diketahui sebelumnya, ada putusan Mahkamah Agung (MA) yakni SK 03/G/2015/P.TUN MKS yang menyatakan lahan Center Point of Indonesia (CPI) milik almarhum Abdul Latief Makka.

Syahrul sendiri merasa kaget ketika mendengar permasalahan ini. Dirinya mengaku tidak mengetahui jika ada pemenang lahan diatas kawasan CPI.

“MA (Mahkamah Agung) ? jadi ?,” heran gubernur dua periode tersebut, Kamis (19/1/2017).

SYL justru kembali mempertanyakan hak dasar per seorangan diatas tanah tumbuh di kawasan CPI seluas 12 hektar tersebut.

“Tanah tumbuh itu terus dapat per orangan dari mana ? Siapa yang kasi hak disitu. Kalau media tidak bantu saya, DPR tidak bantu saya, saya bisa apa,” jelasnya.

Dirinya menegaskan, jika terdapat hak per seorangan maka akan ada pihak-pihak tertentu yang bisa mengambil alih kawasan yang telah menelan anggaran miliaran rupiah.

 

“Kalau per orangan yang punya, kalian bisa liat laut tidak disitu ? Besok itu per orangan menjual kepada pengusaha, kenapa saya ngotot mau jadikan itu (CPI),” tegas mantan Bupati Gowa ini.

Syahrul bahkan bersikeras lahan yang dimenangkan oleh almarhum Abdul Latief Makka adalah tanah tumbuh dan tidak bisa diganggu gugat.

“Dan saya yakin itu persis tanah tumbuh, kita berhadapan dengan putusan Mahkamah dan Syahrul bisa apa. Makanya saya ngotot saya taruh disana wisma negara yang betul-betul bersimbolik itu,” tutupnya

 

PEMKOT-Makassar