Jelang Pilwalkot Internal Golkar Kurang Harmonis

Sekjen DPP Golkar Idrus Marham bersama Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid yang juga Bakal Calon Gubernur Sulsel.
PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Benih-benih konflik diinternal Partai Golkar di bawah kepemimpinan Nurdin Halid mulai tercium bahkan disebut-sebut kurang harmonis.

Hal itu terlihat jelang pelaksanaan pemilihan Calon Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2018 mendatang.

Dimana, sejumlah elite Golkar baik di tingkat pusat maupun di provinsi berbeda pilihan dalam menentukan siapa figur atau kandidat yang bakal diusung di pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Pasalnya, masing-masing elite Golkar menjagokan kandidat tertentu. Seperti Sekjend DPP Golkar, Idrus Marham dan Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid.

Khusus untuk Idrus, dia lebih menjagokan kader Golkar yakni Rusdin Abdullah dan Farouk Mappaseling Betta.

Sementara Nurdin Halid mengisyaratkan lebih mengunggulkan Wali Kota Makassar Ramdhan Danny Pomanto yang menjabat saat ini.

“Kita persiapkan Aru dan Rudal untuk Pilwalkot Makassar 2018, jadi mulai sekarang keduanya harus mulai bergerak membangun jaringan,” kata Idrus saat berada di Makassar beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, keduanya ini dinilai tidak sulit untuk membangun jaringan di Makassar sebab sudah ada, apalagi Aru menjabat sebagai Ketua DPRD Makassar, sementara Rudal adalah mantan calon Wali Kota Makassar.

“Mengenai siapa yang nantinya akan diusung, nanti kita lihat berdasarkan hasil survei dan peluangnya untuk menang di Pilwalkot. Yang terpenting jalan dulu lah membangun jaringan. Pastinya kita utamakan kader Golkar,” tegasnya.

Adapun Ketua Harian DPP Golkar, Nurdin Halid. Kepada awak media beberapa waktu lalu menegaskan Ramdhan Pomanto memiliki peluang mengendari Golkar di Pilwalkot mendatang.

“Kalau tidak ada kader Golkar yang melebihi potensi anak bangsa, tidak menutup kemungkinan kita dukung dari luar partai. Saya kira Pak Danny sudah bagus,” tegas NH.

Isyarat tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Sulsel HAM Nurdin Halid disela-sela Rapat Kerja Daerah Dewan Koperasi Indonesia Kota Makassar beberapa waktu lalu di Makassar.

Wakil Presiden Koperasi Asia Pasifik ini menyatakan bahwa Partai Golkar tidak hanya mencari pemimpin atau calon kepala daerah melalui survei tapi juga menggunakan sistem dialogis.

Karena itu, Golkar membuka ruang kepada siapa pun yang punya potensi dan tentunya partai berlambang pohon beringin ini akan mendukung. (*)

Gerinra Sulawesi Selatan