Bupati Toraja, Nicodemus Tuding Kelompok Demo BBK Provokator

SUARACELEBES.COM, TORAJA – Aksi Unjuk Rasa yang digelar sekelompok orang di kementrian perhubungan (17/11/2016) sangat disayangkan bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae.

Nicodemus menyebut  kelompok tersebut  provokator, karena ingin memecah belah antara Tana Toraja dan Toraja Utara. Ia menilai demo itu bukan aspirasi masyarakat Toraja karena menolak pembangunan Bandara Buntu Kuni  (BBK).

“Menyampaikan aspirasi itu wajar wajar saja, tapi jangan jadi provokator. Toraja itu satu kesatuan meski administrasi terbagi dua. Bandara itu kebutuhan penting masyarakat Toraja,” tegas Nicodemus.

Tidak hanya bupati, berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di daerah berjuluk Bumi Lakipadada itu juga sangat menyayangkan aksi yang diklaim mempertentangkan Daerah Toraja.

Bahkan Lembaga Pilar Rakyat Indonesia (LPRI) menuding kepala dinas perhubungan Papua yang juga notabene adalah orang Toraja sendiri sebagai aktor dibalik aksi unjuk rasa tersebut.

Kuat dugaan aktor demo itu Kadis Perhubungan Papua, Djuli Mambaya. “ Dia kan selama ini yang berkoar koar menolak pembangunan BBK. Aneh, apa maksud tujuannya. Dia itu kan PNS asli Toraja yang harusnya memikirkan kemajuan Toraja bukan malah memprovokasi pembangunan yang sudah ada,” ungkap ketua LPRI Rasyid Mappadang.

Sebelumnya Sekelompok orang yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) berunjuk rasa di Kantor kementrian perhubungan Jakarta. Mereka  meminta menteri perhubungan membatalkan pembangunan BBK dan memindahkannya ke kabupaten Toraja Utara. (*)

 

PEMKOT-Makassar