Hindari Pungli, Kejari Makassar Terapkan Sistem Online pada Pembayaran Denda Tilang.

Proses pembayaran denda tilang dilakukan secara online melalui Bank BRI.

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari denda tilang atau pelanggaran lalu lintas seringkali menjadi sorotan kalangan masyarakat. Pasalnya, sejumlah laporan muncul bahwa seringkali ada oknum kepolisian dan kejaksaan yang melakukan tindakan pungutan liar ( pungli ) terhadap pelanggar.

Untuk menghindari sekaligus menjawab kecurigaan masyarakat terkait dugaan pungli denda tilang ini, Kejaksaan Negri Makassar menerapkan sistem pembayaran denda tilang secara online. Kejari Makassar menggandeng pihak Bank Rakyat Indonesia untuk menampung seluruh denda tilang tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kasi Pidana Umum Kejari Makassar, Andi Usama.

“sekarang kita tidak bersentuhan lagi dengan yang namanya denda tilang. Kita hanya mendapat pengantarnya dari pihak kepolisian, lalu nanti dipersidangan baru diketahui berapa dendanya. Pelanggar langsung membayar di gerai BRI yang ada setiap sidang dilaksanakan.”

Kepala Seksi Pidana Umum, Kejari Makassar, Andi Usama.
Kepala Seksi Pidana Umum, Kejari Makassar, Andi Usama.

Pembayaran denda tilang secara online ini sudah berlaku sejak awal tahun 2016. Dimana pelanggar tidak lagi diperbolehkan membayar denda tilangnya di kantor kejaksaan, apalagi melalui calo calo.

Andi Usama menghimbau kepada masyarakat yang terkena pelanggaran lalu lintas untuk sebaiknya mengikut proses persidangan, dengan cara memintai slip berwarna merah muda kepada petugas polisi lalu lintas. Slip berwarna merah muda inilah yang dibawa saat mengikuti persidangan.

“Sebaiknya pelanggar ikut sidang. Kalau ditilang minta slip warna pink, itu artinya pelanggar bersedia ikut sidang. Pelanggar tinggal datang sesuai jadwal sidang yang ditentukan.” tambah Andi Usama.

Penerapan sistem online ini diharapkan sudah diketahui oleh masyarakat, agar dugaan dugaan adanya pungli diantara pihak kejaksaan dan kepolisian tidak lagi muncul. Masyarakat juga akan terhindar dari yang namanya calo calo yang mengatasnamakan kejaksaan dan kepolisian. (SEN)

PEMKOT-Makassar