Tersangkakan Bupati Takalar, Kejati Sulselbar Minta Petunjuk Kejagung

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Hidayatullah saat melakukan sesi wawancara, usai menggelar kagiatan pemusnahan barang bukti tindak pidana narkotika di halaman gedung kantor Kejati Sulselbar.

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat (Kejati Sulselbar) mengaku telah menetapkan Bupati Kabupaten Takalar, Burhanuddin Baharuddin sebagai Tersangka dalam kasus dugaan korupsi penjualan asset daerah berupa tanah di desa laikang. Namun penetapan yang dilakukan oleh pihak Kejati Sulselbar, perlu dilaporkan kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia, karena posisi tersangka adalah seorang Kepala Daerah.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Hidayatullah menerangkan bahwa indikasi keterlibatan Bupati dalam kasus ini sangat kuat, apalagi ia sebagai pejabat yang bertandatangan di atas izin prinsip tersebut. Hanya saja, pihaknya perlu melaporkan hal ini kepada Kejaksaan Agung sekaligus meminta petunjuk mengenai posisi perkara karena telah melibatkan seorang Kepala Daerah.

“keterlibatan bupati sangat jelas, apalagi pihak BPN sudah pernah mengingatkan tapi oleh Bupati tetap diperjual belikan. Sprindik dan surat penetapan tersangka sudah ada, Cuma saya perlu melaporkan hal ini kepada bos saya di Jakarta.” Jelas Hidayatullah yang ditemui usai menggelar acara pemusnahan barang bukti pidana narkotika, 25 / 10/ 2016.

Sekaitan dengan hal ini, pihak Kejati Sulselbar juga menegaskan bahwa tidak ada perbedaan hukum bagi semua warga Negara, selama ia terlibat pasti akan diproses. Hal ini juga sekaligus menjawab adanya tudingan intervensi politik yang mengarah kepada Kejaksaan Tinggi.

“saya minta kepada teman-teman media untuk menghilangkan kesan politik dalam penanganan perkara oleh institusi penegak hukum. Kita bekerja berdasarkan bukti yuridis. Sikap kejaksaan tidak berubah, semua warga berkedudukan sama, mau dia Bupati tidak ada bedanya. Indikasi terlibat akan kita proses.” Sambung Hidayatullah.

Sebelumnya, kasus dugaan korupsi penjualan asset berupa tanah seluas 150 hektare di desa laikang, Kecamatan Mangngarabombang, Kab. Takalar telah menjerat tiga tersangka, yakni Kepala Kecamatan, (NU), Kepala Desa Laikang (LI) dan Sekretaris Desa (RS). Ketiganya dianggap bekerjasama menerbitkan alas hak berupa sporadik dan akta jual beli atas nama warga di desa laikang dan punaga, kemudian menjualnya kepada PT Karya Insan Cirebon sebesar 16 Milyar rupiah. (SEN)