Dua Terpidana Korupsi Barombong Bebas, Kejari Makassar Ajukan Kasasi

Kepala Kejaksaan Negri Makassar, Deddy Suwardy Surachman bersama Kasi Pidana Khusus, Sri Suryani Malotu.

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tamalate, Firnandar Sabara dan mantan Lurah Barombong, Andi Ilham, terpidana kasus dugaan korupsi proyek pembebasan lahan pembangunan stadion Barombong di Kecamatan Tamalate, divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Atas putusan bebas tersebut, Kejaksaan Negri Kota Makassar wajib mengajukan upaya hukum kasasi ke Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan.

Kepala Kejari Makassar, Deddy Suwardy Surachman menerangkan bahwa selain menjadi kewajiban mengajukan upaya hukum kasasi atas terpidana kasus bebas, pihaknya juga mempertimbangkan penerapan pasal yang diterapkan Majelis Hakim, yakni Pasal 12 huruf e UU No. 31 Tahun 1999 UU No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Padahal kata Deddy, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menginginkan hakim menerapkanĀ  Pasal 2 dan Pasal 3 Jo, Pasal 18, UU Nomor 31 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU No, 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Kami ingin membuktikan terdakwa bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama sementara hakim nyatanya memutus yang berbeda. Makanya lakukan kasasi,” terang Deddy

Bukan hanya itu, penerapan pasal yang diputuskan oleh majelis hakim juga dianggap menghambat proses pengembangan kasus untuk menemukan tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi proyek pembebasan lahan pembangunan stadion Barombong di Kecamatan Tamalate ini. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan pengusutan kasus ini dilakukan tanpa didasari putusan pengadilan.

“Tetapi kita lihat nanti, bisa jadi kita akan mengusut kasus ini tanpa didasari putusan pengadilan,” tambah Dia.

Sebelumnya Ketua Pengadilan Negri Makassar, Andi Cakra Alam yang juga bertindak sebagai Hakim Ketua dalam kasus ini memutuskan Firnandar dan Ilham bebas dari segala tuntutan hukum. Alasannya karena kedua terpidana itu dianggap hanya mengikut perintah mantan Camat Tamalate, Ferdy A Amin dan tidak melakukan tindakan korupsi. Berbeda dengan kedua terdakwa tersebut, Ferdy A Amin divonis empat tahun penjara oleh majelis hakim. (SEN)

PEMKOT-Makassar